Kebetuhan Rumah Terpenuhi, Indonesia Bisa Jadi Negara Maju

Kebutuhan perumahan akibat pertambahan penduduk maupun urbanisasi mencapai 800.000 - 900.000 unit per tahun, sementara backlog mencapai 11 juta unit.

rumah-sederhana-subsidi-cileungsi-bogor-rumahhokie-by-anto-erawan
Perumahan subsidi di Cileungsi, Bogor (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), Maurin Sitorus mengatakan, Indonesia bisa menjadi negara maju dengan syarat seluruh kebutuhan rumah untuk masyarakat dapat terpenuhi dan tidak ada kawasan kumuh.

Menurutnya, untuk mewujudkan impian menjadi negara maju, tugas pemerintah saat ini tidaklah mudah. Masih banyak yang harus dibenahi salah satunya terkait pemenuhan kebutuhan rumah dan pengurangan backlog perumahan yang saat ini mencapai 11 juta unit.

“Sementara, kebutuhan perumahan per tahun akibat pertambahan penduduk maupun urbanisasi mencapai sekitar 800.000-900.000 unit,” jelasnya dalam keterangan tertulis KemenPUPR.

Kemudahan untuk MBR
Dalam rangka pemenuhan kebutuhan rumah, khususnya untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), lanjut Maurin, pemerintah memiliki beberapa program bantuan mulai dari Bantuan Pembiayaan Perumahan dengan memberikan suku bunga 5% flat selama masa cicilan (sampai 20 tahun), memberikan bantuan uang muka perumahan, dan pembangunan rumah khusus bagi nelayan maupun perumahan di perbatasan. Selain itu, ada pula bantuan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) bagi pengembang.

“Selain program tersebut, pemerintah juga telah meluncurkan Paket Kebijakan Ekonomi XIII tentang Penyederhanaan Perizinan, dari 33 tahapan menjadi 11 tahapan dan dari 700 hingga 900 hari menjadi 44 hari, serta ada kepastian biaya. Semoga hal ini dapat membantu pengembang dalam membangun perumahan bagi MBR,” jelas Maurin.

Maurin juga mengajak semua pemangku kepentingan bidang perumahan—seperti pengembang, perbankan, pemerintah daerah, dan lainnya—untuk bersinergi dengan pemerintah pusat membantu percepatan pencapaian program sejuta rumah.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda