Kekosongan Gedung Perkantoran Non CBD di Jakarta Utara Sentuh 38%

Savills Indonesia melaporkan ruang perkantoran yang belum terserap pasar di kawasan non CBD di Jakarta Utara menyentuh angka 38%.

gedung perkantoran non cbd Jakarta
Ilustrasi gedung perkantoran di kawasan non CBD Jakarta. (Foto: Adhitya Putra-RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Konsultan properti global, Savills Indonesia mencatat tingkat kekosongan (vacancy) pada gedung perkantoran untuk kawasan non Central Bussines District (CBD) di Jakarta Utara menjadi yang tertinggi selama periode tahun 2018 lalu.

Savills Indonesia melaporkan ruang perkantoran yang belum terserap pasar di kawasan non CBD di Jakarta Utara menyentuh angka 38%.

Jumlah kekosongan tersebut lebih tinggi dari gedung perkantoran CBD untuk grade A yang mencapai hanya 30%.

Baca Juga: Kehadiran Co-Working Space Bantu Penyerapan Ruang Perkantoran CBD Jakarta

“Berbeda dengan kondisi gedung perkantoran di daerah CBD, tingkat kekosongan ruang kantor di kawasan non CBD Jakarta relatif stabil, walaupun akan ada sedikit peningkatan,” jelas Anton Sitorus, Direktur Riset Savills Indonesia, dalam pemaparan laporan Property Market Update yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Selain Jakarta Utara, tingkat kekosongan gedung perkantoran non CBD disusul oleh Jakarta Barat dan Jakarta Pusat yang mencapai sekitar 25%. Sementara itu, ruang kantor yang kosong di Jakarta Selatan berada di angka 21%.

“Untuk tingkat kekosongan paling kecil berada di daerah Jakarta Timur yang hanya 9%. Hal itu dikarenakan pasokan kantor di daerah tersebut cenderung lebih sedikit,” katanya.

Baca Juga: Pertumbuhan Harga Sewa Gedung Perkantoran Non CBD Masih Melemah

Hingga akhir tahun lalu, Anton berujar pihaknya melihat penyerapan ruang kantor di kawasan non cbd di Jakarta tidak jauh beda jumlahnya dengan keseluruhan pada tahun sebelumnya. Savills mencatat sebanyak 75.000 meter persegi telah terserap oleh pasar.

Untuk tren harga sewa ruang perkantoran di kawasan non CBD per bulannya berada di level Rp127 ribu per meter persegi.

Tingkat Penyerapan Ruang Kantor di CBD Positif
Selain kawasan non CBD, Savills Indonesia juga melaporkan penyerapan (net take-up) ruang kantor di kawasan CBD Ibukota. Mereka mencatat, hingga September di tahun lalu, penyerapan ruang kantor CBD telah meningkat apabila dibandingkan kondisi sebelumnya.

Baca Juga: Benarkah Asian Games 2018 Pengaruhi Pasar Properti Indonesia?

Anton mengatakan penyerapan ruang kantor di kawasan CBD sepanjang tahun 2018 sudah melebihi raihan pada tahun sebelumnya.

“Total penyerapan ruang perkantoran di CBD telah mencapai 105.000 meter persegi.
Ini tanda yang cukup positif. Jumlah tersebut tak terlepas dari peran co-working space yang banyak menempati ruang kantor di kawasan CBD untuk pengembangan bisnis mereka,” pungkasnya.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda