KemenPUPR Ajak Mahasiwa Berperan Bantu Program Bedah Rumah

Kuliah kerja nyata mahasiswa yang selama ini dilaksanakan oleh perguruan tinggi, bisa ikut berperan dalam pengentasan rumah tidak layak huni (RTLH).

Program bedah rumah, Kementerian PUPR,Khalawi Abdul Hamid, Kuliah Umum bertemakan Penyediaan Perumahan Berwawasan Lingkunga
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid, saat memberikan Kuliah Umum bertemakan Penyediaan Perumahan Berwawasan Lingkungan di Universitas Tanjungpura, Pontianak. (Foto: dok. Kementerian PUPR)

RumahHokie.com (Pontianak) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengajak para mahasiswa di perguruan tinggi untuk berperan membantu masyarakat dalam program bedah rumah melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut, dapat mengenalkan mahasiswa mengenai pentingnya rumah layak huni, sekaligus mengaplikasikan keilmuan dalam program pembangunan perumahan.

“Kami (Kementerian PUPR-red) mengajak mahasiswa untuk dapat melaksanakan KKN yang terkait dengan pelaksanaan Program BSPS atau bedah rumah,” ujar Khalawi Abdul Hamid, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, seperti dilansir dari siaran pers, Jumat (24/01/2020),

Baca Juga: Lewat Program Bedah Rumah, PUPR Dukung Siak Kembangkan Wisata Halal

Melalui kegiatan kuliah kerja nyata pada program bedah rumah, menurut Khalawi mahasiswa bisa mengaplikasikan pendekatan lintas keilmuan yang dimiliki, guna membantu masyarakat di daerah dalam jangka waktu tertentu.

“Mereka juga dapat mempelajari berbagai pekerjaan yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR. Mulai dari pembangunan perumahan, penataan lingkungan, pembangunan jalan, serta bagaimana menjaga agar kualitas sumber daya air dapat terjaga dengan baik,” katanya.

Khalawi berharap, perguruan tinggi di Indonesia dapat memberikan dukungan terhadap program bedah rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Kementerian PUPR Genjot Capaian Program Bedah Rumah di Daerah

Untuk itu, KKN mahasiswa yang selama ini dilaksanakan oleh perguruan tinggi bisa ikut berperan dalam pengentasan rumah tidak layak huni (RTLH).

Adapun Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dilaksanakan Kementerian PUPR melalui pemerintah daerah.

Rumah masyarakat yang tidak layak huni diusulkan lokasinya oleh pihak desa atau kelurahan serta mendapatkan persetujuan dari Kepala Daerah seperti Bupati / Walikota atau Gubernur.

Setelah itu, Kementerian PUPR akan melakukan verifikasi calon penerima bantuan melalui tenaga fasilitator lapangan (TFL).

Baca Juga: Kementerian PUPR Lindungi Konsumen Rumah Subsidi Lewat Sistem Registrasi Pengembang (Sireng)

Masyarakat yang ingin menerima bantuan harus memenuhi sejumlah kriteria, seperti penerima bantuan bedah rumah antara lain WNI sudah berkeluarga, memiliki tanah.

Syarat program bedah rumah selanjutnya adalah rumah satu-satunya dalam kondisi tidak layak huni atau belum memiliki hunian, belum pernah mendapatkan BSPS, penghasilan maksimum UMP, berswadaya, berkelompok, dan tanggung renteng.

Untuk jumlah bantuan BSPS yang diberikan adalah Rp 17,5 juta untuk peningkatan kualitas rumah dan Rp 35 juta untuk pembangunan rumah baru. Dana tersebut disalurkan dalam bentuk bahan material bangunan dan sebagian untuk upah tukang.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda