KemenPUPR Minta Masyarakat Aktif dalam Program Bedah Rumah

Pelaksanaan program bedah rumah diyakini dapat meningkatkan semangat masyarakat untuk bergotong royong membangun rumah yang layak huni.

bantuan bedah rumah, program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Pontianak, Khalawi Abdul Hamid
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Memasang peneng Program BSPS di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (21/1/2020) lalu. (Foto: dok Kementerian PUPR)

RumahHokie.com (Pontianak) – Kementerian PUPR meminta masyarakat untuk aktif dalam pelaksanaan program bedah rumah.

Mereka diharapkan dapat melaporkan kepada kepala desa setempat jika terdapat rumah tidak layak huni (RTLH) di sekitar lingkungannya, agar bisa diusulkan untuk mendapatkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

“Kalau ada rumah tidak layak huni di sekitar tempat tinggalnya, tolong segera laporkan ke RT, agar diusulkan ke pihak Pemda untuk mendapat bantuan bedah rumah,” kata Khalawi Abdul Hamid, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, di sela-sela pemasangan peneng Program BSPS di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (21/1/2020) lalu.

Baca Juga: Pemkab Kepulauan Selayar Minta Kementerian PUPR Bedah 1.000 RTLH

Adapun dalam kegiatan tersebut, Khalawi didampingi Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono; Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Kalimantan Barat, Andy Suganda, ketika melakukan pemasangan peneng biru bertuliskan logo Kementerian PUPR dan Program BSPS Tahun 2019.

Lebih lanjut menurut dia, pelaksanaan program bedah rumah diyakini dapat meningkatkan semangat masyarakat untuk bergotong royong membangun rumah yang layak huni.

Pasalnya, masyarakat yang mampu secara ekonomi diharapkan juga dapat membantu warga yang bertempat tinggal di rumah tidak layak huni.

Baca Juga: Lewat Program Bedah Rumah, PUPR Dukung Siak Kembangkan Wisata Halal

Dia menambahkan, pemerintah juga berharap sektor swasta juga bisa ikut berpartisipasi dalam program bedah rumah tidak layak huni melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Ia juga berujar Pemda juga bisa mengirimkan data RTLH-nya ke Kementerian PUPR.

“Hampir setiap hari saya menerima audiensi kepala daerah yang ingin mengetahui dan memanfaatkan Program BSPS. Kami siap melayani jika ada Pemda yang membutuhkan informasi tentang bedah rumah,” tutur Khalawi Abdul Hamid.

Jika dihitung dengan biaya pembangunan rumah di lapangan, ia mengatakan tentunya bantuan bedah rumah Program BSPS sebesar Rp17,5 juta untuk peningkatan kualitas dan Rp35 untuk pembangunan baru tidaklah cukup.

Baca Juga: Kementerian PUPR Jamin Program Bedah Rumah Tetap Dilanjutkan

Akan tetapi kondisi di lapangan ternyata, banyak bantuan yang datang ke penerima program BSPS dalam bentuk bahan material, dana hingga tenaga pembangunan.

“Kalau di pikir bantuan Rp 17,5 juta kan nggak cukup buat bangun rumah. Ternyata di lapangan banyak rumah yang di bedah jika di total biayanya bisa puluhan juta,” tandasnya.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda