KemenPUPR Rilis Aplikasi E–BSPS untuk Mudahkan Pemantauan Bedah Rumah

Dengan tersedianya aplikasi E–BSPS, diharapkan dapat mempermudah pemantauan serta meminimalisir dokumen verifikasi penyaluran bantuan bedah rumah.

aplikasi mobile E-BSPS, Program BSPS, Program Bedah Rumah, Kementerian PUPR
Peluncuran aplikasi mobile E-BSPS oleh Kementerian PUPR. (Foto: Istimewa)

RumahHokie.com (Jakarta) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan merilis aplikasi E-BSPS, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Dengan tersedianya aplikasi E–BSPS di playstore ini diharapkan dapat digunakan untuk mempermudah pemantauan serta meminimalisir dokumen verifikasi penyaluran bantuan bedah rumah untuk masyarakat.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid mengatakan, seperti dilansir dari siaran pers, Senin (10/02/2020), E-BSPS sangat diperlukan guna memantau pelaksanaan Program Bedah Rumah di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Hadapi Era Revolusi Industri 4.0, Ini Strategi Kementerian PUPR di Bidang Perumahan

“Aplikasi ini merupakan bagian dari digitalisasi dokumen Program Bedah Rumah. Jadi, selama ini verifikasi dilakukan secara manual. Dokumentasi dan berkas administrasinya pun dalam satu tahun itu bisa satu ruangan,” jelasnya.

Khalawi lebih lanjut berujar, meski baru tersedia di smartphone android, semua fasilitator program BSPS nantinya akan memanfaatkan aplikasi ini.

“Semua aktivitas selama ini yang dilakukan secara manual akan menjadi digital menggunakan handphone android. Penggunanya harus daftar user id dan pasword, guna verifikasi terlebih dahulu,” terang dia.

Baca Juga: KemenPUPR Minta Masyarakat Aktif dalam Program Bedah Rumah

Dalam pengembangan aplikasi ini, Kementerian PUPR telah melakukan uji coba di sembilan kabupaten Kota pada tahun 2019 lalu. Dari uji coba tersebut, menghasilkan efisiensi waktu pendaftaran bagi para fasilitator.

“Kami lakukan di Makassar dua kali, Serang, Yogyakarta, Banten dan ada juga di Jawa Tengah. Sekarang, rata-rata setiap fasilitator bisa melakukan verifikasi sekitar 15 menit, untuk satu rumah. Dan data itu tidak akan hilang, karena itu masuk dalam server yang ada di kantor,” tutur Khalawi Abdul Hamid.

Selain membuat proses waktu pendaftaran semakin singkat, aplikasi E–BSPS juga akan memberikan informasi progres pembangunan rumah dan konstruksi.

Baca Juga: Atasi Backlog Perumahan, Kementerian PUPR Siapkan Tiga Program Unggulan

Dirinya mencontohkan, kalau ada material yang sampai di lokasi waktu di upload fotonya tidak sesuai dengan apa yang disarankan, maka pihaknya bisa mengintervensi agar bahan bangunan yang digunakan bisa disesuaikan.

Khalawi menambahkan, pada tahun 2020 Kementerian PUPR telah mengalokasikan anggran untuk program BSPS atau bedah rumah sebesar Rp4,357 triliun.

Anggaran tersebut diharapkan dapat dimanfaat untuk meningkatkan kualitas serta mendorong pembangunan rumah layak huni sebanyak 178.750 unit.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda