Kementerian PUPR Bangun Huntap Bagi Korban Bencana Palu

Harga per unit Huntap yang akan dibangun Kementerian PUPR di Palu senilai Rp50 juta per unit—sama dengan Huntap bagi korban bencana Lombok dan Banten.

khalawi-huntap-hunian-tetap-rumah-korban-bencana-palu-kementerian-pupr-rumahhokie-dok
Khalawi Abdul Hamid, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR menjelaskan tentang Huntap bagi para pengungsi di Sulteng (Foto: Dok. KemenPUPR)

RumahHokie.com (Palu) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) berupaya menyelesaikan pembangunan perumahan bagi penyintas atau korban bencana alam gempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Sejumlah lokasi telah disiapkan Kementerian PUPR untuk pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi para pengungsi di Sulteng yakni di Kelurahan Duyu Kota Palu, Kelurahan Tondo Kota Palu, dan Desa Pombewe Kabupaten Sigi. Selain itu juga Huntap akan dibangun pada lokasi lokasi Satelit di Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala.

Baca Juga: Kementerian PUPR Rilis Sirumba, Sistem Informasi Rumah Masyarakat Terdampak Bencana

“Ada beberapa lokasi untuk pembangunan Huntap bagi pengungsi bencana alam di Sulteng, yakni di Duyu, Tondo, Pombewe dan beberapa lokasi Satelit di Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala,” ungkap Khalawi Abdul Hamid, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR saat melakukan peninjauan lokasi pembangunan Huntap pengungsi bencana alam di Kelurahan Duyu Kota Palu, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Dirjen Penyediaan Perumahan didampingi Project Management Unit Central Sulawesi Rehabilitation and Reconstruction Program (PMU CSRRP) atau Kepala Program rehabilitasi dan Rekonstruksi Hunian di Sulawesi, Dedi Permadi; Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Sulawesi Tengah, Hujurat; dan Pejabat Pembuat Komitmen Hunian Tetap SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Sulawesi Tengah, Rezki Agung.

Rp50 Juta per Unit
Khalawi Abdul Hamid menjelaskan, Kementerian PUPR saat ini tengah melakukan tender untuk pembangunan Huntap tahap pertama. Di Kelurahan Duyu rencananya akan dibangun 450 unit Huntap.

“Saat ini kami sedang melakukan tender untuk proyek Huntap tahap pertama yakni sebanyak 630 unit rumah. Kami juga sudah membangun rumah contoh untuk Huntap pengungsi,” katanya.

Baca Juga: Kementerian PUPR Tetapkan Empat Kriteria Baru Rumah Layak Huni

Rumah contoh Huntap yang dibangun Kementerian PUPR, kata Khalawi, menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) yang dikembangkan oleh Puslitbangkim Kementerian PUPR. Sedangkan untuk harga per unit Huntap yang akan dibangun adalah senilai Rp50 juta—sama dengan Huntap bagi korban bencana Lombok dan Banten.

Huntap dengan tipe rumah 36 tersebut akan dibangun di atas tanah seluas 150 meter persegi (10 x 15 meter). Pemanfaatan teknologi Risha yang menggunakan panel dari beton diharapkan dapat membuat hunian tersebut lebih tahan terhadap guncangan gempa.

“Tahun ini, kami menargetkan tender untuk 1.600 unit Huntap bantuan dari Bank Dunia. Kami juga berkoordinasi dengan Yayasan Buddha Tzu Tji yang juga ikut membangun Huntap di Palu. Sedangkan tahun depan kami berencana membangun 7.100 unit Huntap untuk masyarakat yang rumahnya rusak akibat terdampak gempa bumi yang mengguncang Palu pada 28 September 2018 lalu,” katanya.

Baca Juga: 5.700 Rumah di Sulteng Dapat Dana BSPS dari Kementerian PUPR

Lebih lanjut, Khalawi menerangkan, pihaknya berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bisa membantu proses penyediaan lahan untuk lokasi Huntap tersebut. Pihaknya tidak ingin nantinya ke depan ada sengketa terkait permasalahan tanah yang digunakan untuk lokasi pembangunan tersebut.

“Kami berharap Pemerintah Provinsi Sulteng bisa segera memberikan kepastian lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan Huntap karena masyarakat sudah menunggu hunian yang layak huni,” kata Khalawi.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda