Kementerian PUPR Bantu Komunitas Pedagang Bakso dan Tahu untuk Miliki Rumah Layak

Perumahan berbasis komunitas merupakan bagian dari Program Sejuta Rumah, yang dinilai bisa membantu memudahkan masyarakat untuk memiliki hunian layak.

Kementerian PUPR, rumah untuk pedagang bakso, rumah untuk pedagang tempe
(Foto: dok. Kementerian PUPR)

RumahHokie.com (Banten) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membantu komunitas para pedagang bakso dan tahu tempe di Kota Serang, Banten, agar bisa memiliki rumah yang layak.

Hal itu dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan pembangunan perumahan berbasis komunitas.

Menurut Direktur Rumah Umum dan Komersial Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Yusuf Hariagung, perumahan berbasis komunitas merupakan bagian dari Program Sejuta Rumah, yang dinilai bisa membantu memudahkan masyarakat dari komunitas maupun profesi tertentu untuk memiliki rumah.

Baca Juga: Kementerian PUPR Salurkan Bantuan Bedah Rumah di Bali

“Kami ingin membantu komunitas pedagang bakso cuanki dan tahu tempe di Serang, agar mereka bisa punya rumah sendiri dan layak huni,” ujar Yusuf usai melakukan Rapat Kesiapan Lahan Untuk Perumahan Komunitas di Kota Serang, Kamis (04/07/2019) lalu.

Lebih lanjut dia menerangkan, program tersebut juga untuk memperluas jangkauan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), agar bisa menikmati subsidi rumah.

Para pedagang bakso dan tempe dapat mengajukan program rumah ini melalui KPR FLPP subsidi selisih bunga (SSB) dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM).

Baca Juga: Anggarkan Rp7,57 Triliun, Kementerian PUPR Bangun 215.503 Unit Rumah

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian PUPR, pada tahun ini mereka juga telah mengalokasikan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah untuk Provinsi Banten sebanyak 3.075 unit rumah.

Bantuan bedah rumah tersebut tersebar di sejumlah daerah seperti Kabupaten Pandeglang (1.450 unit), Tangerang (875 unit), Lebak (100 unit), Tangerang Selatan (200 unit), Serang (450 unit).

“Total bantuan bedah rumah untuk Provinsi Banten, anggarannya mencapai Rp70 miliar,” ungkap Yusuf Hariagung.

Baca Juga: Kementerian PUPR Lindungi Konsumen Rumah Subsidi Lewat Sistem Registrasi Pengembang (Sireng)

Sebagai informasi, program pembangunan perumahan berbasis komunitas merupakan hasil kerjasama pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan serta bekerja sama dengan asosiasi seperti Real Estat Indonesia (REI) dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi).

“Sebelumnya, kami juga telah memulai proyek percontohan pembangunan rumah berbasis komunitas dengan didukung KPR FLPP dan SBUM untuk Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut (PPRG) di Desa Sukamukti, Garut, Jawa Barat,” pungkas Yusuf.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda