Kementerian PUPR Bentuk Keamanan Sistem e-FLPP

Sistem e-FLPP merupakan aplikasi online untuk mempermudah proses permohonan dana KPR FLPP. Upaya ini untuk memastikan pembeli rumah dengan KPR ini adalah MBR

Penandatanganan perjanjian kerjasama dilakukan oleh Direktur Utama PPDPP, Budi Hartono dengan Kepala Balai Sertifikasi Elektronik, Anton Setiyawan disaksikan pula oleh Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Lana Winayanti dan Sekretaris Utama Lemsaneg, Syahrul Mubarak, di Jakarta, Kamis (06/04/2017).

RumahHokie.com (Jakarta) –  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerjasama dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) melakukan pengamanan sistem e-FLPP.

Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatangan perjanjian kerjasama antara Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) dengan Lemsaneg tentang Pemanfaatan Sertifikat Elektronik dalam sistem elektronik di PPDPP.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PPDPP, Budi Hartono dengan Kepala Balai Sertifikasi Elektronik, Anton Setiyawan disaksikan pula oleh Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Lana Winayanti dan Sekretaris Utama Lemsaneg, Syahrul Mubarak, di Jakarta, Kamis (06/04/2017).

Baca juga : 2017, Kementerian PUPR Bangun 10 Rusunawa di Jawa Barat

Sistem e-FLPP merupakan aplikasi online untuk mempermudah proses permohonan dana KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) yang diajukan Bank Pelaksana kepada PPDPP sehingga bisa memangkas waktu dari semula 7 hari menjadi 3 hari.

Sistem tersebut sudah berjalan semenjak bulan Agustus 2016, diluncurkan langsung oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Aplikasinya terus dikembangkan, baik dari sisi proses bisnis maupun dari sisi keamanannya. Sehingga, kerjasama dengan Lemsaneg akan memperkuat keamanan sistem e-FLPP.

Dalam sambutannya Lana Winayanti mengatakan, Pemerintah terus mendorong tercapainya target program satu juta rumah, salah satunya melalui program KPR FLPP untuk membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) memiliki rumah.

“Kami berharap, sinergitas PPDPP dan bank penyelenggara dapat berjalan lebih baik. Dalam penyaluran KPR FLPP, kami juga akan melakukan evaluasi kepada MBR setelah 4-5 tahun,” kata Lana.

“Jika penghasilan mereka sudah meningkat, maka akan ditawarkan beberapa opsi seperti tenor diperpendek dengan bunga yang lebih tinggi sesuai dengan kemampuan,” ujarnya.

Sistem e-FLPP Permudah Proses Permohonan KPR FLPP
Sementara itu, Direktur Utama PPDPP Budi Hartono mengatakan, sistem e-FLPP telah digunakan oleh seluruh Bank Pelaksana bekerja sama dengan PPDPP.

“Adanya kerjasama dengan Lemsaneg, maka sistem e-FLPP akan menggunakan teknologi Go Live Secure Connection (token) yang pertama dikembangkan oleh Lemsaneg, PPDPP merupakan pengguna pertama teknologi tersebut,” terang Budi.

Selain terobosan aplikasi e-FLPP, PPDPP terus melakukan peningkatan pengawasan terhadap ketepatan sasaran penyaluran dana FLPP. Pihaknya juga melakukan berbagai upaya antara lain dengan pemanfaatan data KTP – elektronik, nomor pokok wajib pajak,  dan penggunaan data pemakaian listrik.

“Upaya ini merupakan usaha kami untuk memastikan bahwa, pembeli rumah dengan KPR FLPP adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” tegasnya.

Menurut data, penyaluran dana FLPP dari tahun 2010 sampai dengan bulan Februari tahun 2017, penyaluran dana KPR FLPP mencapai Rp28,26 triliun, nilai tersebut disalurkan untuk 496.475 unit rumah.

Sebaran penyaluran dana FLPP berdasarkan tiga bank pelaksana tertinggi adalah Bank BTN dengan jumlah 435.120 unit (87,64%), Bank BTN Syariah dengan jumlah 31.454 unit (6,34%) dan Bank BRI Syariah sebesar 9.836 unit (1,98%).

Sementara itu, menurut Sekretaris Utama Lemsaneg Syahrul Mubarak, dengan sertifikasi e-FLPP maka menjamin otentikasi dan keaslian data serta nir-penyangkalan, akurat, tidak dapat dimodifikasi dan menjamin data dari resiko dalam transaksi elektronik pada sistem elektronik di PPDPP.

Dedy Mulyadi

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda