Kementerian PUPR dan REI Bahas Sejuta Rumah dan Hunian Berimbang

REI diharapkan menyampaikan hambatan yang ada di lapangan terkait pembangunan perumahan bagi masyarakat kepada Kementerian PUPR agar segera ditindaklanjuti.

RumahHokie.com (Jakarta) – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berharap DPP Real Estat Indonesia (REI) tetap mendukung Program Sejuta Rumah di 2017 ini.

Dia berharap, kerjasama kedua belah pihak dapat lebih intensif terutama dalam pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Kami berharap hubungan baik antara Kementerian PUPR dan REI bisa terus dilanjutkan,” kata Basuki dalam audiensi dengan Pengurus DPP REI periode 2016 – 2019 di Jakarta, Rabu (4/1/2017).

Basuki menambahkan, dirinya percaya jajaran pengurus REI yang baru akan membuat program kerja, khususnya pembangunan rumah bagi masyarakat yang dapat disinergikan dengan program yang dilakukan oleh pemerintah.

Dia juga mengatakan, di 2017 ini pemerintah tetap fokus pada pemerataan pembangunan, sehingga tidak ada ketimpangan antar-daerah di Indonesia. Basuki juga berterima kasih dengan apa yang akan dicanangkan oleh REI, yaitu memperkecil ketimpangan antara kaya dan miskin dalam kepemilikan rumah untuk MBR.

REI diharapkan menyampaikan kesulitan-kesulitan maupun hambatan apa saja yang ada di lapangan terkait pembangunan perumahan bagi masyarakat kepada Kementerian PUPR agar bisa segera ditindaklanjuti.

“Jika ada kesulitan terkait dengan masalah perumahan saya minta REI untuk bisa langsung berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan dan Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan untuk mencari solusi bersama untuk mencapai kesuksesan kerjasama dalam Program Satu Juta Rumah,” jelas Basuki.

Hunian Berimbang
Sementara itu, Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata berharap melalui audiensi ini bisa terjalin komunikasi dan kerjasama dengan Kementerian PUPR dalam mendukung dan pelaksanaan Program Sejuta Rumah di seluruh Indonesia.

“REI juga siap mendukung Program Sejuta Rumah yang dilaksanakan pemerintah. REI saat ini sedang fokus untuk pembangunan perumahan bagi para pekerja di kawasan industri yang diperuntukan untuk MBR,” jelas pria yang akrab di sapa Eman ini.

Dia menambahkan, REI saat ini juga sedang menunggu Kementerian PUPR yang sedang merampungkan pembahasan turunan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), khususnya terkait pelaksanaan hunian berimbang.

Eman berharap peraturan pelaksanaan pembangunan hunian berimbang yang mewajibkan pengembang untuk membangun rumah mewah, rumah menengah dan rumah murah  dengan perbandingan 1:2:3 itu lebih fleksibel  di lapangan.

“Aturan hunian berimbang diharapkan dapat mendorong pengembang untuk lebih bersemangat membangun rumah dalam mendukung tercapainya target Program Sejuta Rumah,” pungkasnya.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda