Kementerian PUPR Dorong Pemerataan Pembangunan Rusun dan Rusus

Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR menganggarkan dana pembangunan rusun dan rusus pada tahun 2019, sebesar Rp7,82 triliun.

Kementerian PUPR, Pemerataan Pembangunan Rusun dan Rusus, Direktorat Rumah Susun
(Foto: dok. Kementerian PUPR)

RumahHokie.com (Tangerang) – Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), pemerintah akan terus mendorong pemerataan pembangunan rumah susun dan rumah khusus baik di wilayah barat maupun timur Indonesia.

Kementerian PUPR mengharapkan, dengan adanya rumah susun (rusun) dan rumah khusus (rusus) di dearah, dapat menjadi hunian yang layak, juga akan meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat di daerah.

Berdasarkan data Kementerian PUPR, sebaran pembangunan untuk tahun 2019 untuk rusun tercatat sebanyak 51% berada di daerah wilayah barat Indonesia dan sisanya 39 persen berada di wilayah timur.

Baca Juga: Kementerian PUPR Bangun Rusun Khusus Peneliti LIPI di Cibinong

Untuk pembangunan rusus, sebanyak 54% dilaksanakan di wilayah timur Indonesia dan 36% akan dibangun di wilayah barat.

Terkait hal itu, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan, Khalawi Abdul Hamid, mengungkapkan pihaknya menjamin bahwa pembangunan rusun dan rusus akan memperhatikan kualitas.

Pasalnya, ia mengatakan masih banyak masyarakat di daerah yang masih membutuhkan bantuan dari pemerintah khususnya di sektor perumahan.

“Kami pastikan bahwa hasil pembangunan rumah untuk masyarakat memiliki kualitas yang baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat, sehingga mereka bisa tinggal di hunian yang layak,” ujarnya dalam Rapat Kerja Direktorat Rumah Susun dan Rumah Khusus Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR.

Baca Juga: Kementerian PUPR Resmikan Lima Rusunawa dan 50 Rusus di Jawa Tengah

Lebih lanjut Khalawi menerangkan seperti dikutip dari siaran pers, Jum’at (29/03/2019), plafon anggaran tahun 2019 untuk Direktorat Jenderal Penyediaan, totalnya berjumlah Rp7,82 triliun.

Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan rusun sebanyak 6.873 unit dengan anggaran Rp2,61 triliun. Sedangkan untuk pembangunan rusus, Kementerian mengalokasikan dana sebesar Rp0,55 triliun untuk merealisasikan  2.130 unit rumah khusus.

Dia berujar, Kementerian PUPR juga mengalokasikan dana sebesar Rp4,28 triliun untuk bantuan BSPS rumah swadaya. Total anggaran tersebut akan digunakan untuk membedah sebanyak 206.500 unit.

Baca Juga: Kementerian PUPR Integrasikan Sistem Perumahan Secara Online

Kemudian dana tersebut akan digunakan pula untuk bantuan PSU rumah umum dengan anggaran sebesar Rp0,12 triliun, yang akan merealisasikan pembangunan 13.000 unit rumah. Sisanya digunakan untuk dukungan manajemen.

Sebagai info tambahan, capaian pembangunan rusun untuk tahun 2018 lalu yang dibangun Kementerian PUPR berjumlah 300 tower. Sedangkan untuk pembangunan rumah khusus pada tahun lalu tercatat sebanyak 4.525 unit Rusus yang berada di seluruh Indonesia.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda