Kementerian PUPR Resmikan Lima Rusunawa dan 50 Rusus di Jawa Tengah

Khalawi Abdul Hamid mengatakan, program pembangunan Rusun tetap dilanjutkan bagi MBR, ASN yang bertugas di perbatasan, mahasiswa, dan santri.

khalawi abdul hamid resmikan rusunawa dan rusus jawa tengenah kemenpupr -rumahhokie - dok
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid meresmikan Rusunawa dan Rusus di Jawa Tengah. (Foto: Dok. KemenPUPR)

RumahHokie.com (Jakarta) – Sebagai solusi hunian layak di tengah mahalnya harga tanah, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) terus mendorong pembangunan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) di kawasan perkotaan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Pembangunan hunian vertikal sewa ini dilakukan bersinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda), salah satunya Pemerintah Kota Magelang sebagai penyedia lahan. Sementara, konstruksi dikerjakan oleh Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyediaan Perumahan.

Baca Juga: Inilah Lima Provinsi Penyerap Dana KPR FLPP Terbesar

“Program pembangunan Rusun tetap dilanjutkan bagi MBR, ASN yang bertugas di perbatasan, mahasiswa, dan santri,” kata Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid, usai meresmikan 5 Rusunawa dan 50 unit rumah khusus tipe 28 yang berada di Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung dan Kota Magelang. Peresmian sendiri dipusatkan di Rusunawa Wates, Kota Magelang.

Rusunawa yang diresmikan yakni Rusun MBR di Kelurahan Wates, Kota Magelang, Rusun MBR di Kelurahan Tamanagung, Rusun Mahasiswa STTP Tegalrejo dan Rusun Ponpes API Tegalrejo yang ketiganya berada di Kabupaten Magelang, serta Rusun MBR Manggong di Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung.

Baca Juga: Kementerian PUPR Integrasikan Sistem Perumahan Secara Online

Peresmian Rusun dan Rusus ini ditandai oleh penandatanganan batu prasasti secara simbolis oleh Khalawi Abdul Hamid didampingi Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina, dan Anggota Komisi V DPR RI Sudjadi serta disaksikan para penghuni dan warga sekitar.

Rusun yang dibangun berjumlah 42 – 58 unit dengan tipe 36 untuk MBR. Sedangkan Rusun Mahasiswa tipe 24 sebanyak 37 unit, mampu menampung 144 mahasiswa, dan Rusun Santri sebanyak 12 unit kamar tipe barak dapat dihuni 216 santri.

Biaya pembangunan Rusunawa sekitar Rp7 miliar – Rp11 miliar, termasuk fasilitas berupa meubelair, air, listrik, jalan lingkungan dan penerangan jalan.

Baca Juga: BPN Prabowo-Sandi: Saat Ini Program Perumahan Berorientasi Pencitraan

“Dengan fasilitas yang kami siapkan membuat penghuni Rusun cukup nyaman. Rusun yang sudah diresmikan segera dihuni. Nantinya para penghuni Rusun harus senantiasa menjaga kebersihan dan menambah penghijauan dengan menanam pohon,” kata Khalawi dalam siaran pers yang dirilis KemenPUPR, Senin (18/3/2019).

Sementara itu, Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina mengatakan, sekalipun sudah beberapa Rusun dibangun di Kota Magelang, namun masih menghadapi permasalahan yang cukup tinggi, terutama masalah kekurangan hunian.

“Pemkot Magelang masih memiliki lahan untuk pembangunan Rusun selanjutnya, karena masih banyak warga yang masih menempati rumah tidak layak huni,” ujarnya.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda