Kementerian PUPR Salurkan KPR FLPP Rp4,5 Triliun di 2018

Keberhasilan penyaluran KPR subsidi FLPP tidak hanya diukur dari besarnya kredit yang tersalurkan, melainkan juga harus dilihat kualitas rumah subsidi yang dibangun pengembang.

rumah subsidi - tanah - rumahhokie - dok - kemenpupr
Rumah subsidi (Foto: Dok. KemenPUPR)

RumahHokie.com (Jakarta) – Melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), Ditjen Pembiayaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) akan menyalurkan KPR Subsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi sebanyak 42.326 unit rumah MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) di 2018.

Dengan total dana yang disalurkan sebesar Rp4,5 triliun, sebanyak Rp2,2 triliun berasal dari DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) dan Rp2,3 triliun dari optimalisasi pengembalian pokok.

Baca Juga: Mulai 2018, Cuma Pengembang Terdaftar Bisa Bangun Rumah Subsidi

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, keberhasilan penyaluran KPR subsidi FLPP tidak hanya diukur dari besarnya kredit yang tersalurkan, melainkan juga harus dilihat kualitas rumah subsidi yang dibangun pengembang, sehingga keluhan konsumen bisa diatasi dengan baik.

“Ke depan saya ingin konsumen lebih dilindungi. Saya bertanggung jawab untuk melindungi konsumen apalagi KPR FLPP, karena ada uang rakyat di sana,” kata Basuki, pada acara Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerjasama Operasi (PKO) dengan Bank Pelaksana KPR Sejahtera FLPP tahun 2018, Kamis (21/12/2017).

Baca Juga: Pemerintah Maksimalkan Bantuan Rumah Swadaya dan Pekerja Informal

Melalui KPR FLPP, imbuhnya, MBR dapat menikmati uang muka 1%, bunga tetap 5% selama masa kredit maksimal 20 tahun, bebas PPn dan bebas premi asuransi.

Sementara itu, syarat penerima subsidi salah satunya adalah gaji/penghasilan pokok tidak melebihi Rp4 juta per bulan untuk Rumah Sejahtera Tapak (RST) dan Rp7 juta untuk Rumah Sejahtera Susun (Rusunami).

Baca Juga: Tips Membeli Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami)

“PPDPP (Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan) ikut bertanggung jawab untuk mengawasi pelaksanaan fisiknya, tidak hanya menyalurkan kreditnya saja, tapi juga mengawal kualitas rumah dan tingkat huniannya,” tutur Basuki.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda