Kerap Digugat, Pemerintah Percepat Proses Sertifikasi Tanah Wakaf

Tidak banyak tanah wakaf yang memiliki sertifikat atau jaminan kepastian hukum atas tanah yang dimiliki. Hal ini yang menjadikannya kerap digugat banyak pihak.

Logo kementerian ATR-BPN - rumahhokie - dok2- copy

RumahHokie.com (Malang) – Dalam upaya penyelesaian sengketa dan konflik pertanahan wakaf, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melakukan legalisasi aset tanah wakaf berupa sertifikasi tanah melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Dengan demikian, setiap individu, yayasan atau organisasi yang ingin mengajukan sertipikasi tanah wakaf akan dimudahkan prosesnya oleh Kantor Pertanahan (Kantah) di setiap kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Anda Ketahui Seputar Sertifikat Tanah Wakaf

“Kementerian ATR/BPN harus melayani masyarakat Indonesia mengenai aset tanahnya, apakah itu aset yang dimiliki pemerintah, swasta, lembaga, maupun yayasan. Hal ini dalam rangka percepatan pendaftaran tanah untuk minimalisir konflik pertanahan,” jelas Direktur Jenderal Hubungan Hukum Keagrariaan, Djamaludin, di Malang, Rabu (20/3/2019).

Tanah wakaf biasanya digunakan untuk tempat ibadah, seperti masjid, musala, gereja, wihara, yayasan pendidikan seperti pesantren, maupun lokasi pemakaman.

Kendati demikian, tak banyak tanah wakaf—yang di atasnya sudah berdiri bangunan itu—memiliki sertifikat atau jaminan kepastian hukum atas tanah yang dimiliki. Hal ini yang menjadikannya digugat oleh banyak pihak.

Baca Juga: Perlu Diketahui: Manfaat Memiliki Sertifikat Tanah

Djamaludin memberi contoh, ada sebuah keluarga yang sebelumnya mewakafkan tanahnya untuk tempat ibadah. Pada suatu ketika, nilai tanah yang telah diwakafkan itu jadi tinggi, kemudian pihak keluarga meminta tanahnya kembali.

“Hal ini yang kita tidak inginkan. Maka itu, perlu dilindungi dengan sertifikat tanah,” paparnya seperti dinukil dari siaran pers Kementerian ATR/BPN.

Lebih lanjut, Djamaludin mengajak masyarakat untuk segera menyertifikatkan tanah wakafnya tanpa ragu, karena sekarang prosesnya mudah dan cepat. Terlebih lagi, tanah wakaf sebenarnya mempunyai nilai ekonomi tinggi, apabila dikembangkan dengan baik.

Baca Juga: Dua Implikasi Penting Memiliki Sertifikat Tanah

Tanah yang diwakafkan, imbuh Djamaludin, biasanya diperuntukkan untuk tempat ibadah, pendidikan maupun sosial, tapi wakaf juga bisa dilakukan untuk tanah berupa hak guna usaha (HGU), hak pakai, atau hak milik. Selain membantu kegiatan sosial, tanah wakaf bisa juga membantu mengembangkan perekonomian bangsa, misalnya mewakafkan perkebunan yang produktif dapat membantu kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

“Jadi meningkatkan perekonomian itu bukan hanya melalui akses permodalan dengan diagunkan ke bank, tapi bisa berupa tanah wakaf. Akan tetapi perlu diingat, tanah wakaf hukumnya mutlak atau tidak bisa dijaminkan ke bank,” ujar Djamaludin.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda