Keren! Ada Material Bangunan Masa Depan yang Terbuat dari Jamur

Menggunakan berbagai sampah organik yang dicampur dengan mycelium jamur, proses pengembangan material Mycotech terinspirasi dari pembuatan tempe.

Mycotech-RumahHokie.com-Adhitya Putra-WP_2018
(Foto: Adhitya Putra - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Perkembangan teknologi yang semakin masif membuat penciptaan bahan material bangunan menjadi lebih inovatif dan aktraktif. Tak hanya terbuat dari batuan kapur, saat ini terdapat pula produk bahan bangunan yang terbentuk dari bahan-bahan organik hasil limbah tumbuhan.

Sebuah perusahaan start up asal Bandung bernama PT Miko Bahtera Nusantara mengembangkan Mycotech, material bangunan ramah lingkungan yang terbuat dari jamur dan limbah organik lainnya.

Seluruh bahan material Mycotech terbuat dari bio komposit limbah pertanian, seperti ampas tebu, serbuk kayu dan ampas kelapa sawit yang diolah sedemikian rupa dan direkatkan dengan memakai mycelium jamur.

Baca Juga : Setelah Dilupakan, Material Teraso Jadi Tren Interior 2018

Material inovatif yang terbuat dari ampas tebu dan jamur ini dapat digunakan sebagai material penutup dinding dan lantai ruangan.(Foto: mycotech)

Menurut Robbi Z. Ilman, COO & Co Founder PT Miko Bahtera Nusantara, semua komposisi bahan tersebut dipress dengan tekanan diatas 10 MPa dan diberi coating khusus agar lebih awet, lalu dikeringkan.

“Mycelium jamur itu digunakan sebagai perekatnya. Sistem kerjanya mirip ragi yang ada di dalam pembuatan tempe,” ungkap Robbi ketika ditemui oleh RumahHokie.com, Kamis (03/05/2018) di gelaran Indobuildtech 2018 di Tangerang.

Jika dilihat sekilas, permukaan Mycotech mirip dengan tampilan material marmer. Dengan bentuk yang menyerupai batuan alam, material Mycotech dapat digunakan sebagai material penutup lantai dan dinding serta furnitur yang menghadirkan nuansa natural.

“Nilai dari jamur tersebut dapat membentuk pola seperti marmer. Jadi, cocok diaplikasikan pada interior rumah dan siapa pun yang menggunakannya akan merasa bangga, karena ini kan produk ramah lingkungan,” kata Robbi.

Baca Juga : Interior Hunian Bergaya Rustic dengan Keramik Motif Kayu Tua

Lebih lanjut ia menerangkan, material inovatif ini dapat digunakan sebagai bahan pengganti keramik, papan kayu serta batu bata.

“Material Mycotech memiliki bobot yang lebih ringan ketimbang marmer. Jad, tidak akan membebani bagian dinding. Untuk sementara ini sifatnya masih dekoratif panel,” tutur Robbi.

Untuk perawatannya, material yang dibandrol mulai dari harga Rp250 ribu per meter persegi ini, hanya tinggal dibersihkan menggunakan kemoceng saja atau dilap menggunakan kain bersih yang tidak basah.

Material Mycotech yang telah dikembangkan sejak sejak tahun 2013 lalu, saat ini telah bekerja sama dengan laboratorium ilmu jamur milik Pemerintah Indonesia serta beberapa laboratorium di Singapura serta Eropa.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda