Kingland Avenue @Alam Sutera Segera Luncurkan Tower Kedua

Unit-unit di tower kedua bentuknya compact dengan ukuran 20an hingga 30an meter persegi yang dipasarkan mulai Rp400 jutaan.

Bambang Sumargono, Direktur Marketing Kingland Avenue @Alam Sutera (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Tangerang) – Memasuki tahap akhir penjualan tower pertama, The Venetian, Hongkong Kingland berencana meluncurkan tower kedua di proyek Kingland Avenue @Alam Sutera tahun ini.

Bambang Sumargono, Direktur Marketing Kingland Avenue @Alam Sutera mengatakan, tower kedua Kingland Avenue akan diluncurkan setelah Lebaran, yakni sekitar Agustus 2017.

“Unit-unit di tower kedua bentuknya compact dengan ukuran 20an hingga 30an meter persegi yang dipasarkan mulai Rp400 jutaan,” ujar Bambang yang mengungkapkan tower kedua berjumlah 800 – 900 unit.

Bambang menjelaskan, dari total 600 unit The Venetian, kini sudah terjual lebih dari 70%. Baginya, angka ini terbilang bagus mengingat bisnis properti masih lemah di 2016 lalu.

Menurutnya, tahun lalu, segmen apartemen kelas Rp500 juta hingga Rp1 miliar masih kuat, sementara penjualan kelas middle-up dan upper terlihat stuck.

Baca Juga: Didukung Sejumlah Faktor, Properti Serpong Masuki Babak Baru

“Di 2016 ada 20.500 unit properti dijual di Serpong, sebanyak 9.000 unit (46%) dijual dengan harga Rp300 juta hingga Rp700 juta, dan take up rate pun cukup tinggi, yakni 37%. Sehingga pasar di kelas ini riil,” jelas Bambang.

Foto: Dok. Kingland Avenue @ Alam Sutera
Foto: Dok. Kingland Avenue @ Alam Sutera

Harga Lebih Terjangkau
Selain itu, jelas Bambang, ada beberapa kelebihan Kingland Avenue dibanding kompetitor. Pertama, unitnya dibuat compact sehingga harga bisa lebih rendah.

“kedua, lokasi yang bagus disesuaikan dengan segmen yang disasar, sehingga marketing tools dan campaign diarahkan ke sana,” tuturnya.

Dilihat dari sisi harga, imbuhnya, Kingland Avenue pun masih tergolong lebih murah. Jika apartemen di sekitar rata-rata harganya Rp20 juta – Rp21 juta /m2, Kingland dipasarkan Rp16,5 juta per meter persegi saat launching.

“Meski saat ini harganya sudah naik menjadi Rp17,3 juta per meter persegi, namun harga tersebut masih lebih rendah dari harga pasaran di sekitar,” katanya.

Harga yang lebih rendah bisa didapat karena lokasi Kingland Avenue berada di luar kawasan Alam Sutera (berjarak 100 meter dari gerbang Alam Sutera).

“Dengan lahan yang cukup besar (2,2 hektar) dan rencana total lima tower, maka range kenaikan harga bisa diatur. Kalau pengembang lain yang punya lahan kecil dan hanya bangun satu menara tak akan bisa memainkan harga seperti ini,” paparnya.

Sementara itu, konsep loft yang diusung membuat massa bangunan lebih ringan dan biaya pembangunan lebih rendah.

Diincar Investor
Kendati demikian, Bambang mengakui dengan capital gain tinggi, pembeli Kingland masih diisi investor.

Investor terbagi dua, yakni investor jangka pendek yang melakukan flipping dan investor jangka panjang yang mencari pendapatan sewa. Kedua golongan ini mencapai 70% hingga 80% di awal pembangunan. End user memang sedikit di awal, tetapi jelang serah terima, biasanya akan semakin banyak.

“Investor melakukan spekulasi untuk mengambil profit dari kenaikan harga, sementara end user cari aman—dengan melihat progres pembangunan—meski harganya lebih mahal,” katanya.

Bambang mengatakan, IMB Kingland Avenue keluar pada Februari 2017. Selanjutnya, proses groundbreaking ditargetkan pada April 2017.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda