Konsep Segar Perhelatan Indonesian Contemporary Art & Design 2019

Melalui tema 'Faktor X', ICAD 2019 mencoba membingkai pemetaan pikiran yang dilakukan oleh para seniman dan desainer interior serta produk di Tanah Air.

Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) 2019, pameran ICAD, Grand Kemang Hotel
Instalasi interior milik Hendra Hadiprana yang menjadi salah satu karya di gelaran Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) 2019 di Grand Kemang Hotel, Jakarta. (Foto: Adhitya Putra - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Merayakan satu dasawarsa penyelenggarannnya, pameran Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) hadir dengan narasi dan konsep karya yang berbeda.

Di selenggarakan di Grandkemang Hotel, Jakarta, ICAD 2019 mempromosikan ragam karya seni dan desain interior, maupun desain produk garapan anak bangsa dari sudut pandang kontemporer.

Melalui tema ‘Faktor X’, ICAD tahun ini mencoba membingkai pemetaan pikiran yang dilakukan oleh para seniman dan desainer besar Tanah Air.

Baca Juga: Deretan Furnitur dan Elemen Dekoratif Interior ‘Nyeleneh’ di Ajang ICAD 2017

Ada 10 maestro yang diundang untuk menampilkan karya mereka. Diantaranya, Adi Purnomo (arsitek), Agus Suwage (perupa), Dolorosa Sinaga (perupa), Hadiprana (desainer interior), F.X. Harsono (perupa), Rinaldy Yuniardi (desainer fesyen) dan lain sebagainya.

Para peserta pameran interior dan seni ini diundang untuk mengungkap karya kreatif mereka, yang telah disembunyikan dalam dokumen arsip, dokumentasi visual, catatan, dan pemikiran.

Ide pemetaan pikiran dibingkai dalam strategi bagaimana membuka tabir atau membaca ‘jejak kaki’ milik para seniman dan desainer selama proses kreatif mereka.

Baca Juga: Berbagai Inspirasi Elemen Interior Rumah yang Terbuat dari Vespa

Saat pembukaan beberapa waktu lalu, Hafiz Rancajale, kurator ICAD 2019 menjelaskan, pihaknya sengaja memilih ke-10 maestro perupa dan desainer itu dengan alasan memiliki mind mapping yang kuat dalam proses berkarya.

“Kami membutuhkan waktu cukup lama untuk menjelajahi latar belakang sosial, metode artistik, dokumen serta memeriksa karya para seniman dan desainer yang kami anggap mewakili perkembangan terbaru dari karya kreatif di Indonesia,” ungkap Hafiz.

Lebih lanjut dia menerangkan, mereka memiliki jejak kaki konstruktif yang berasal dari pemikiran mereka dan melekat pada dunia sosial di sekitar karya-karya para seniman dan desainer.

Salah satu contoh adalah karya instalasi desain interior kontemporer milik Hendra Hadiparana. Dengan judul ‘Dunia Hendra Hadiprana’, desainer itu merangkum perjalanan berkaryanya pada bidang interior.

Baca Juga: Bersama Desainer Lokal, Viro Tunjukan Eksotisnya Material Serat di ICAD 2019

Instalasi itu menukilkan sekilas kehidupan Hadiprana yang dihadirkan melalui sajian gambar, koleksi perabot interior pribadinya, hingga furnitur eklektik modern Hadiprana Accent yang ikonik.

Selain ke-10 maestro itu, terdapat pula para perupa dan desainer muda yang menampilkan sejumlah karya di ICAD 2019.

“Kami melakukan cara yang sama untuk peserta yang lebih muda yang cenderung bekerja dengan kerangka kerja pemetaan pikiran,” ujar Hafiz Rancajale.

Sebagai informasi tambahan, di tahun ini, untuk pertama kalinya gelaran seni dan desain kontemporer tersebut akan memberikan ICAD Award, kepada para pelaku kreatif yang dianggap penting dan punya kontribusi besar pada perkembangan dunia desain dan seni kontemporer di Indonesia.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda