Kontraktor China Ini Pilih Gunakan Pekerja Indonesia, Apa Sebabnya?

China Triumph International Engineering Co, Ltd (CTIEC) tengah menggarap proyek Lumina City. Namun, BUMN China ini enggan menggunakan tenaga kerja China.

Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com

RumahHokie.com (Tangerang) – Industri properti Tanah Air belakangan menjadi incaran perusahaan asing. Tak hanya developer, kontraktor asing pun mulai mencicipi gurihnya bisnis riil ini.

Salah satunya adalah China Triumph International Engineering Co, Ltd (CTIEC) yang menjadi kontraktor pengembangan proyek Lumina City, Tangerang.

Lantas, seperti apa potensi Indonesia di mata perusahaan asing ini?

Ditemui saat penandatanganan kerjasama pembangunan Lumina City, Wang Linguo, Presiden Direktur China Triumph International Engineering Indonesia menuturkan, Indonesia memiliki potensi yang besar, karena populasi tinggi sekitar 250 juta jiwa dan ekonomi yang berkembang pesat.

Fast Building House
Wang mengatakan, proyek Lumina City merupakan proyek properti perdana yang digarap CTIEC. Namun, imbuhnya, BUMN China ini telah berpengalaman mengembangkan proyek real estat di negara asalnya.

“Di Lumina City, kami akan membangun empat tower apartemen, shopping mall, dan hotel. Ini memerlukan waktu sekitar lima tahun,” jelas Wang kepada RumahHokie.com.

Dia mengatakan, CTIEC sebelumnya sudah memiliki banyak proyek di indonesia.

“Sejak 1993, kami sudah masuk Indonesia untuk membangun pabrik kaca, semen, nikel, dan solar power plant,” imbuhnya.

Wang mengungkapkan, pihaknya akan membangun proyek properti lain di Indonesia, namun setelah Lumina City tuntas dikerjakan.

Salah satu yang menjadi wacana adalah pengembangan fast building house yang dibangun dengan teknologi terbaru CTIEC.

“Rumah seperti ini akan lebih murah dibanding rumah biasa, karena menggunakan material khusus. Namun untuk membuatnya di Indonesia, kami harus membuat pabrik di Indonesia, karena bila mengimpor material dari China, biayanya akan sangat mahal,” jelas Wang.

Membuat pabrik, ujarnya, akan membutuhkan waktu yang panjang dan investasi yang besar. Maka, CTIEC akan melakukannya jika sudah ada banyak permintaan.

Gunakan Pekerja Lokal
Disinggung terkait pekerja asal China yang kian banyak masuk ke Indonesia, Wang menegaskan pihaknya akan memakai tenaga kerja Indonesia, kecuali untuk level manajemen dan pekerja di bagian teknik.

“Untuk tenaga kerja, umumnya kami akan gunakan pekerja lokal, karena upah pekerja asal China terlalu mahal, bisa mencapai tiga kali lipat dari pekerja lokal,” katanya.

China Triumph International Engineering Co, Ltd (CTIEC) adalah BUMN China yang bergerak di bidang engineering, desain dan kontraktor, konsultasi teknik, dan jasa pengawasan engineering untuk bahan bangunan dan proyek teknik sipil.

CTIEC telah menerjakan 863 proyek di belasan negara. Perusahaan ini menjadi Top 20 Perusahaan Nasional China dari Survei Proyek Kontraktor serta masuk dalam daftar Fortune 500.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda