Kontribusi BPD dalam Penyaluran KPR Subsidi Hanya 1,2%

Bank Pembangunan Daerah merupakan pilar utama pembangunan di daerah. Seharusnya peran serta BPD dalam mendukung Program Sejuta Rumah dapat lebih optimal.

rumah-subsidi-MBR-villa-kencana-cikarang-arrayan-bekasi-development-rumahhokie-anto-erawan
Rumah subsidi besutan PT Arrayan Bekasi Development: Villa Kencana Cikarang (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan mendorong Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk meningkatkan kapasitasnya sebagai penyalur KPR subsidi.

“BPD memiliki potensi yang besar dalam mendukung Program Sejuta Rumah. Namun kontribusinya dalam menyalurkan KPR bersubsidi baru 1,2%. Karena kontribusinya masih kecil, ke depan BPD perlu bekerja ekstra keras untuk meningkatkan portofolio KPR FLPP,” kata Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Lana Winayanti dalam siaran pers yang diterima RumahHokie.com.

Baca Juga: Ini Dia Kendala Tercapainya Target Program Sejuta Rumah

Dia mengingatkan, BPD merupakan pilar utama pembangunan di daerah. Seharusnya peran serta BPD dalam mendukung Program Sejuta Rumah dapat lebih optimal, karena BPD yang paling memahami karakteristik masyarakat dan kearifan lokal yang ada di daerahnya”,  ujar Lana.

Selanjutnya, dia pun mendorong BPD untuk dapat bersaing dengan bank lainnya yang telah terlebih dahulu menyalurkan KPR bersubsidi.

“Oleh karena itu, BPD harus dapat meningkatkan kemampuannya dalam mengelola sumber dana jangka panjang melalui kerjasama dengan PT SMF,” ungkapnya.

Baca Juga: Peran Pemda dalam Pengadaan Perumahan Rakyat Belum Memadai

Lana mengapresiasi kerjasama yang dilakukan antara Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), PT SMF dan Kementerian PUPR melalui Pelatihan SOP (Standar Operasional dan Prosedur) KPR (Kredit Pemilikan Rumah) BPD (Bank Pembangunan Daerah).

“Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan BPD dapat meningkatkan potensi pembangunan daerahnya masing-masing dan dapat menjalankan bisnis KPR yang lebih baik, sehingga visi BPD sebagai champion bank di daerah dapat terwujud,” jelasnya.

Program Transformasi BPD
Sementara, Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial, Ananta Wiyogo, mengatakan bahwa Program Sejuta Rumah memerlukan dana yang besar, baik dari sisi penyediaan maupun dari pembiayaan.

“Meningkatnya kebutuhan perumahan menjadi pangsa pasar hunian yang layak dan hal ini harus dapat mendorong BPD meningkatkan kapasitasnya sebagai penyalur KPR bersubsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah,” jelas Ananta.

Baca Juga: Inilah Bank dan Pengembang Terbaik Versi Pemerintah

Di sisi lain, Direktur Operasional Asbanda, Subekti Heriyanto mengatakan, sejak diluncurkannya Program Sejuta Rumah oleh Presiden Joko Widodo, Asbanda meluncurkan Program Transformasi BPD.

“Program transformasi ini merupakan program kerjasama antara Otoritas Jasa Keuangan, Asbanda, dan Kementerian Dalam Negeri untuk menjadikan BPD sebagai Bank yang berdaya saing, tumbuh kuat, dan berperan dalam perekonomian di daerahnya, sekaligus dapat mendukung pelaksanaan Program Sejuta Rumah,” ungkap Subekti.

Selanjutnya, dia mengatakan, terdapat tiga sasaran dari Program tranformasi Bank Pembangunan Daerah (BPD), yaitu: meningkatnya daya saing, menguatnya ketahanan kelembagaan, dan meningkatnya kontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Untuk mencapai ketiga sasaran tersebut, ada beberapa strategi yang akan ditempuh oleh BPD untuk meningkatkan efektivitas proses bisnis dan risiko. Salah satunya adalah pengelolaan portofolio dan penguatan likuiditas dan permodalan,” pungkasnya.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda