Kontribusi Sektor Komersial Naik, Metland Raih Pendapatan Rp1,14 Triliun

Nilai aset PT Metropolitan Land pada 2016 mencapai Rp3,93 triliun, atau bertumbuh sebesar 8,6%, dari angka Rp3,62 triliun di 2015.

rups metland-rumahhokie-dedy mulyadi-dok2
Foto: Dedy Mulyadi - RumahHokie.com

RumahHokie.com (Jakarta)PT Metropolitan Land, Tbk (MTLA) dapat melalui 2016 dengan hasil yang positif. Hal ini tercermin dari peningkatan laba sebesar 26,6% dibanding 2015 lalu.

Thomas J. Angfendy, Presiden Direktur PT Metropolitan Land, Tbk menuturkan, nilai aset Perseroan pada 2016 bertumbuh sebesar 8,6%, yaitu mencapai Rp3,93 triliun dari Rp3,62 triliun pada 2015.

“Sedangkan peningkatan ekuitas Perseroan sebesar 13% dari Rp2,21 triliun di 2015 menjadi Rp2,5 triliun di 2016,” kata Thomas, Jumat (19/5/2017).

Baca Juga: Pasar Kelas Menengah Meningkat, Metland Andalkan Dua Proyek Ini

Total nilai pendapatan Perseroan selama 2016, imbuhnya, sebesar Rp1,143 triliun, atau meningkat 5% dibanding pendapatan di 2015 sebesar Rp1,089 triliun.

Peningkatan pendapatan disebabkan oleh meningkatnya income dari sektor komersial seperti pusat perbelanjaan dan perhotelan. Semua proyek Perseroan turut memberikan kontribusi dengan besaran sebagai berikut: 60% dari usaha penjualan properti residensial dan penjualan properti strata title, 27% dari pendapatan sewa pusat perbelanjaan, 9% dari pengoperasian hotel, dan 4% dari pengoperasian pusat rekreasi serta pendapatan lain-lain.

Penjualan Merata di Semua Kelas
Selama 2016, Metland berhasil menyelesaikan pembangunan beberapa proyek, di antaranya Metropolitan Mall Cileungsi di kawasan Metland Transyogi yang mulai beroperasi pada 5 Mei 2016.

Pada Agustus 2016, anak perusahaan PT Fajarputera Dinasti, Metland memulai pembangunan Stasiun Telaga Murni yang berlokasi di kawasan Metland Cibitung.

Sepanjang 2016, pendapatan Metland dari penjualan proyek residensial berimbang di pasar kelas menengah-bawah, menengah, hingga menengah-atas.

“Metland mengalami peningkatan penjualan rumah di kelas menengah atas mulai semester II 2016,” ungkap Thomas.

Proyek Baru dan Strategi di 2017
Di Januari 2017, Metland memulai pembangunan Kaliana Apartment di Cileungsi, Bogor. Metland juga memulai pemasaran proyek One Parc Puri di Metland Cyber City yang merupakan proyek kerjasama antara Metropolitan Karyadeka Development dengan Ascendas Singbridge Singapura.

Baca Juga: Optimistis, Metland Siapkan Lima Proyek Baru di 2017

Thomas menjelaskan, proyek baru lainnya yang akan dikembangkan di 2017 ini adalah kondotel di Bandar Lampung, pengembangan mixed used Metland Millenia City di Cibitung yang akan dimulai dengan pembangunan Metropolitan Mall Cibitung, serta pemasaran apartemen di Metland Tambun di semester II tahun ini.

“Metland juga akan segera memasarkan rumah tapak di area seluas 12 hektar di dalam kawasan Metland Puri, bekerjasama dengan Keppel Land Singapura, ujarnya.

Menurut Thomas, sejumlah tantangan memang masih terlihat di tahun ini, seperti perlambatan ekonomi global, potensi gejolak politik dan regulasi pemerintah yang dapat berakibat atas performa perusahaan.

Hingga Maret 2017, Metland mencatatkan pendapatan sebesar Rp232 miliar, yaitu Rp116 miliar dari penjualan properti dan Rp116 miliar dari pendapatan berkelanjutan.

Sementara laba bersih tercatat sebesar Rp65,34 miliar atau meningkat tipis dibanding periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp65,09 miliar.

“Meskipun hingga kuartal I 2017 belum terlihat adanya gairah di industri properti, namun Metland tetap optimistis dapat memenuhi target,” pungkasnya.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda