Kota-kota dengan Kenaikan Harga Rumah Tertinggi di Indonesia

Kenaikan harga properti residensial disebabkan beberapa faktor utama, yakni kenaikan harga bahan bangunan dan upah pekerja.

Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com

RumahHokie.com (Jakarta) – Harga properti residensial pada kuartal II-2016 tumbuh melambat dibanding kuartal sebelumnya. Indeks Harga Properti Residensial pada kuartal II-2016 berada pada level 193,13 atau meningkat 0,64% (qtq), namun melambat dibanding kuartal sebelumnya (0,99%,qtq). Demikian hasil Survei Harga Properti Residensial yang dirilis Bank Indonesia.

Menurut survei tersebut, kenaikan harga properti residensial selama kuartal II lalu disebabkan beberapa faktor utama, yakni kenaikan harga bahan bangunan (34,43%) dan upah pekerja (24,63%).

Secara kuartalan (qtq), perlambatan kenaikan harga rumah terutama terjadi pada rumah tipe besar. Hasil survei mengindikasikan bahwa semua tipe rumah mengalami kenaikan harga yang melambat, dengan pertumbuhan harga terendah terjadi pada rumah tipe besar (0,37%, qtq).

Manado Naik, Makassar Turun
Berdasarkan wilayah, Manado tercatat mengalami peningkatan harga tertinggi (7,52%, qtq), Hal ini dipicu oleh kenaikan harga tanah pasca-pembangunan jalur ring road 1 dan 2 yang menghubungkan jalur akses jalan di seluruh bagian kota Manado, yang diikuti dengan pembangunan kantor pemerintahan dan administrasi serta fasilitas umum di sepanjang jalur tersebut.

Sementara itu, harga tanah di Makassar justru mengalami penurunan tipis sebesar -0,17% (qtq). Kondisi ini terjadi seiring pemotongan harga yang ditawarkan beberapa pengembang sebagai strategi marketing untuk meningkatkan penjualan lantaran lesunya permintaan rumah di wilayah tersebut.

Secara tahunan (yoy), harga properti residensial juga mengalami kenaikan yang melambat. Pertumbuhan harga properti residensial secara tahunan tercatat sebesar 3,39% (yoy), melambat dibandingkan 4,15% (yoy) pada kuartal I-2016.

Berdasarkan tipe rumah, kenaikan harga rumah terendah terjadi pada rumah tipe besar (2,16%, yoy), sementara rumah tipe kecil mengalami kenaikan harga paling tinggi (4,16%, yoy).

Berdasarkan wilayah , kenaikan harga rumah terendah terjadi di Jabodebek-Banten (1,35%, yoy), sementara kenaikan harga rumah tertinggi terjadi di Batam (11,26%, yoy) dan Manado (8,99%, yoy) seiring dengan tingginya pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

Medan dan Batam Tertinggi
Pertumbuhan penjualan properti residensial pada kuartal II-2016 tercatat mengalami peningkatan dibandingkan kuartal sebelumnya, dari 1,51% (qtq) menjadi 4,02% (qtq).

Peningkatan penjualan terjadi pada semua tipe rumah, terutama rumah tipe kecil. Hal ini sejalan dengan program pemerintah terkait pembangunan rumah murah.

Tingginya penjualan rumah murah ini juga terindikasi dari meningkatnya realisasi FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) untuk rumah tipe kecil. Berdasarkan lokasi, pertumbuhan penjualan rumah tertinggi terutama terjadi di Medan dan Batam.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda