Bank BNI Tawarkan Bunga KPR Murah dan Proses Cepat

Suku bunga KPR (kredit pemilikan rumah) yang rendah dan proses yang cepat menjadi alasan konsumen untuk memilih bank pengucur kredit perumahan.

RumahHokie.com (Jakarta) – Suku bunga KPR (kredit pemilikan rumah) yang rendah dan proses yang cepat menjadi alasan konsumen untuk memilih bank pengucur kredit perumahan.

Kedua hal inilah yang ditawarkan oleh Bank BNI. Demikian penjelasan Lodewyck ZS Pattihahuan, General Manager Consumer Sales Distribution PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk kepada RumahHokie.com.

“Suku bunga KPR kami bersaing dengan bank lain, yakni 8,25% fixed lima tahun. Program ini berlaku sampai Desember 2016,” ungkap Pria yang akrab disapa Rully ini.

Baca Juga: Cara Cerdas Agar Pengajuan KPR Disetujui Bank

Lebih lanjut dia mengatakan, Bank BNI juga bekerjasama dengan 20-an developer besar, untuk memberikan subsidi bunga KPR.

Besaran subsidi suku bunga tergantung kebijakan developer, maksimal bisa mencapai 2% dari bunga berjalan dalam setahun.

“Jadi, bila suku bunga KPR Bank BNI saat ini 8,25%, maka bunga KPR yang ditawarkan lewat developer-developer tersebut bisa mencapai 6,25%,” katanya.

Baca Juga: 

Di sisi lain, jelas Rully, untuk layanan KPR yang cepat, Bank BNI memiliki proses instant approval.

“Jika pengajuan dilakukan KPR hari ini, paling lambat besok sudah ada keputusan. Bahkan, bisa juga pengajuan pagi hari, sorenya sudah bisa ada keputusan,” paparnya.

Selain itu, imbuhnya, syarat administrasi KPR Bank BNI pun cukup ringan dan simple, hanya dengan KTP (kartu tanda penduduk), NPWP (nomor pokok wajib pajak), dan SPR (surat pemesanan rumah).

Optimisme 2017
Rully mengatakan, tahun depan Bank BNI optimistis akan terjadi pertumbuhan di sektor kredit perumahan. Dia membandingkan, di saat ekonomi sulit, seperti tahun lalu pun, KPR masih bertumbuh, apalagi dengan stimulus.

“Stimulus tersebut antara lain, kebijakan relaksasi LTV (loan to value) menjadi 85%. Kedua, pertumbuhan ekonomi yang terus membaik. Ketiga,  sebagai kebutuhan pokok, rumah selalu dibutuhkan masyarakat. Mungkin hanya leveling harganya saja yang harus disesuaikan mengikuti kondisi,” jelas Rully.

Di sisi lain, dia mengatakan, tren turunnya suku bunga acuan (BI Rate) belum terlalu berpengaruh pada sektor KPR.

“Saya rasa, hingga akhir tahun besaran suku bunga KPR masih bermain di rate seperti saat ini,” katanya.

Tumbuh 20%
Saat ini, sektor hunian tapak masih mendominasi kucuran dana KPR Bank BNI, yakni berkisar 60% – 70%, dengan harga rumah rata-rata Rp400 jutaan.

Di sisi lokasi, Jabodetabek masih menguasai pangsa pasar KPR Bank BNI, dengan persentase 40%.

“Kawasan yang prospektif di luar Jabodetabek antara lain Surabaya dan Makassar,” ujarnya.

Rully menyebut, pencapaian portofolio BNI Griya hingga September 2016 mencapai Rp36,3 triliun, dengan target hingga akhir 2016 mencapai Rp38,6 triliun.

“Dengan kondisi ekonomi yang tak jauh berbeda dengan tahun ini, di 2017 kami menargetkan pertumbuhan portofolio BNI Griya sekitar 20%,” pungkasnya.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda