KPR Mandiri Syariah Bidik Kelas Menengah-Atas dengan Digital Marketing

Konsumen produk syariah umumnya kalangan menengah-atas berusia di atas 35 tahun, berpendidikan S1, dan memiliki keuangan mapan.

bank-syariah-mandiri-Ade-Cahyo-Nugroho-Nitik-hening-metland-by-anto-erawan-rumahhokie-dok
Gerai Bank Syariah Mandiri (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Bogor) – Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) menargetkan pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Griya Berkah mencapai double-digit di akhir 2019.

Tercatat, per Juni 2019, portofolio KPR Mandiri Syariah mencapai Rp10,5 triliun atau sekitar 14% dari total pembiayaan. Namun capaian KPR ini mencapai 25% dari total portofolio kredit consumer Mandiri Syariah yang mencapai Rp41 triliun.

Baca Juga: Gandeng Metland, Mandiri Syariah Tawarkan KPR Griya Berkah

Direktur Finance Strategy and Treasury Mandiri Syariah, Ade Cahyo Nugroho mengatakan, di semester pertama 2019, pasar perumahan memang belum membaik. Ini merupakan salah satu hal yang membuat pertumbuhan KPR Mandiri Syariah masih berada di angka satu digit (7,7%). Padahal, pembiayaan lain, seperti kredit kendaraan, pertumbuhannya bisa mencapai 300% – 400%.

“Target kami, tahun ini pertumbuhan KPR bisa dua digit, setidaknya 10%. Kami optimistis di semester kedua, angka pertumbuhannya bisa mencapai Rp1 triliun lebih,” ujar Cahyo.

Target Pasar: Menengah-Atas
Ade Cahyo Nugroho menerangkan, sekitar tiga tahun silam Mandiri Syariah mengubah target market: dari segmen menengah-bawah menjadi menengah-atas. Hal ini dilakukan setelah mengetahui siapa sebenarnya target utama market perbankan syariah.

“Kami sudah melakukan survei dan ternyata hasilnya target market kami agak missed sedikit. Hasil survei kami memperlihatkan mereka yang menyukai produk-produk syariah adalah kalangan menengah-atas dengan usia di atas 35 tahun, berpendidikan S1 ke atas, dan keuangan mapan dengan pendapatan bulanan tetap (fixed income) berkisar Rp10 juta hingga Rp50 juta. Setelah profil ini terlihat, baru target KPR juga disesuaikan,” papar Cahyo.

Baca Juga: Gandeng Mandiri Syariah, Pengembang Synthesis Homes Beri Kemudahan Miliki Hunian

Dia mengatakan sekitar 90% konsumen baru Mandiri Syariah mewakili profil tersebut. Menurut Cahyo, nasabah dengan gaji berkisar Rp10 juta – Rp50 juta adalah pasar yang gemuk dan layak digarap.

Strategi Jemput Bola
Dalam penyaluran KPR, Mandiri Syariah melakukan strategi besar, yakni bermain di kota-kota besar dengan menggandeng developer-developer besar.

Group Head Consumer Financing Mandiri Syariah, Praka Mulia Agung mengungkapkan, pihaknya telah bekerjasama dengan beberapa pengembang terkemuka Tanah Air, seperti Metland, Ciputra, Jaya Property, Sinar Mas Land, dan lain-lain.

Baca Juga: Pengembang Malaysia Akan Bangun Distrik Keuangan Syariah di Jakarta

“Sekarang ini, kami banyak membiayai rumah kelas menengah-atas dengan harga Rp800 juta hingga Rp2 miliaran,” kata Praka Mulia Agung.

Strategi lain yang dilakukan Mandiri Syariah, imbuh Cahyo, adalah menjemput bola dengan masuk ke instansi pemerintahan untuk menawarkan kredit syariah, baik pembiayaan kendaraan maupun hunian.

“Jadi kerjasama kami dengan developer sifatnya saling menguntungkan. Kami tidak hanya mendapat nasabah dari developer, tetapi juga bisa memberi calon konsumen kepada developer,” tuturnya.

KPR Syariah: Cicilan Pasti
lebih lanjut Praka menerangkan, KPR syariah memiliki beberapa kelebihan dibanding KPR konvensional. Hal yang paling utama adalah cicilannya pasti. Ada cicilan yang tetap (fixed) hingga akhir masa tenor dan ada yang naik secara berjenjang.

“Tetapi semua angka cicilannya pasti. Misalnya, tahun pertama sekian, di tahun ketiga naik jadi sekian. Jadi, nasabah bisa mengetahui berapa angsuran yang harus dibayar. Dan insya Allah perjanjian kami dengan nasabah di awal transaksi tidak akan berubah, meski suku bunga naik,” jelas Praka.

Baca Juga: Dukung Program Sejuta Rumah, SMF Susun SOP Pembiayaan Syariah

Cahyo menambahkan, sebenarnya prinsipnya transaksi di Mandiri Syariah adalah murabahah, yakni jual-beli. Jadi, bila membeli barang dengan harga tertentu, harganya tidak bisa berubah, tetapi boleh dicicil. Maka dari itu, cicilannya bisa tetap dan pasti sampai akhir masa tenor.

“Hal itu banyak yang nggak tahu. Coba bandingkan dengan KPR konvensional yang suku bunga KPR-nya floating di tahun ketiga. KPR kami memang bukan yang termurah di market, tetapi cicilannya pasti, sehingga konsumen bisa mengukur kemampuan,” katanya.

Baca Juga: KPR Syariah: Perbedaan, Keuntungan, dan Perhitungan Cicilan

Dia optimistis pasar KPR Mandiri Syariah tahun depan akan lebih baik, seiring dengan berlalunya tahun politik. Bahkan, ada hal yang menarik dari perbankan syariah, di saat perbankan konvensional kekurangan likuiditas, bank syariah malah punya likuiditas berlimpah.

“Kenapa demikian? Dengan makin banyaknya tren hijrah, banyak orang yang memindahkan tabungan dan deposito ke bank syariah. Memang untuk memindahkan pembiayaan (KPR atau kredit kendaraan) dari konvensional ke syariah agak sulit, tetapi itu jadi salah satu program kami tahun depan,” kata Cahyo.

Lirik Digital Marketing
Menyoal “tren hijrah” yang tengah digandrungi kalangan selebritas dan profesional mapan, Cahyo mengatakan hal ini merupakan kesempatan emas. Kendati demikian, imbuhnya, mereka ini justru belum menjadi nasabah Mandiri Syariah karena permasalahan sederhana: mereka belum tahu produk Mandiri Syariah.

“Ternyata banyak orang yang belum tahu di Mandiri Syariah ada produk KPR dan pembiayan kendaraan. Makanya, kami mengadakan event-event untuk membangun awarenes dan sekaligus branding kepada konsumen,” urai Cahyo.

Baca Juga: Lima Strategi Marketing Produk Properti “Zaman Now”

Guna mensosialisasikan program-programnya, Mandiri Syariah melakukan strategi branding di semua lini, seperti melakukan beragam activity dan memaksimalkan digital marketing dengan menyasar target market yang lebih spesifik.

“Saat ini memasang iklan di TV targetnya agak lebih random, bahkan TV sudah mulai ditinggalkan oleh target market kami. Sementara, dengan digital marketing target bisa lebih diarahkan,” pungkas Cahyo.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda