Kuartal I-2019, Penyerapan Gedung Perkantoran Sewa Dinilai Positif

JLL Indonesia melaporkan, beroperasinya tiga gedung premium di kawasan CBD pada kuartal I-2019 berdampak pada tingkat penyerapan ruang perkantoran di Jakarta.

Pasar Perkantoran di Jakarta, JLL ndonesia, James-Taylor
(Foto: Adhitya Putra - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Total penyerapan ruang sewa perkantoran di Jakarta pada kuartal I-2019 tetap berjalan positif. Hal ini ditandai dengan beroperasinya tiga gedung premium di kawasan CBD Jakarta, yang mampu menaikan tingkat penyerapan ruang.

Konsultan real estat global, JLL Indonesia dalam laporan bertajuk Jakarta Property Market Update First Quarter 2019, memaparkan beroperasinya tiga gedung premium baru yakni Sequis Tower, Millenium Centennial Center, dan Pakuwon Tower berdampak pada tingkat penyerapan ruang perkantoran di kawasan CBD Jakarta.

Menurut James Taylor, Head of Research JLL Indonesia, pada Jum’at (12/04/2019) lalu di Jakarta, dengan beroperasinya tiga gedung baru tersebut, penyerapan ruang pada kuartal ini mencapai 97.500 meter persegi.

Baca Juga: Perusahaan Teknologi dan Co Working Serap 33% Perkantoran di Jakarta

“Hingga awal tahun 2019, total penyerapan ruang sewa perkantoran tetap positif. Sebanyak 50% diantaranya, dilakukan oleh perusahaan berbasis teknologi dan co-working space,” jelas Taylor.

Dia mengatakan, tingginya penyerapan pada kuartal ini dipengaruhi oleh masih aktifnya perusahaan pada sektor teknologi dan e-commerce.

Selain itu, banyak operator co-working space yang memperluas jangkauan, juga berperan pada penyerapan gedung perkantoran di kawasan CBD maupun wilayah Non CBD di Jakarta.

Baca Juga: Permintaan Ruang Perkantoran Jakarta Tetap Positif di Kuartal III-2018

Dalam kesempatan yang sama, Angela Wibawa, Head of Markets JLL Indonesia menambahkan, hingga saat ini penyerapan ruang perkantoran sewa dari sektor co-working di kawasan CBD sudah mencapai 40.000 m2. Penyerapan ini didominasi oleh operator lokal.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan JLL, tingkat okupansi gedung perkantoran di kawasan CBD Jakarta telah mencapai 76%. Sedangkan untuk suplai baru, terdapat 248.000 meter persegi yang masuk ke pasaran.

Untuk harga sewa, konsultan ini mencatat tarif gedung perkantoran Grade A berada di level Rp277.326 per meter persegi.

Baca Juga: Harga Sewa Ritel di Sekitar MRT Alami Kenaikan 20%

Adapun penyerapan ruang perkantoran di kawasan Non CBD Jakarta pada kuartal I-2019, telah mencapai 39.000 meter persegi, dengan tingkat okupansi mencapai 78%.

Sementara untuk harga sewa gedung kantor, berada pada posisi Rp115.442 per meter persegi. Untuk suplai baru, JLL Indonesia mencatat terdapat 28.900 meter persegi ruang perkantoran baru telah masuk ke pasaran.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda