Kuartal III-2019, Pasar Perkantoran Jakarta Terdongkrak Perusahaan Teknologi

Pertumbahan perusahaan berbasis teknologi tidak terlepas dari peran operator co-working space yang masih aktif melakukan ekspansi pada gedung perkantoran kelas A.

Pasar gedung perkantoran Jakarta, JLL Indonesia, James Taylor
James Taylor, Head of Research JLL Indonesia, saat memaparkan kondisi pasar perkantoran Jakarta pada kuartal III-2019. (Foto: Adhitya Putra - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Memasuki kuartal III-2019, pasar perkantoran Jakarta di kawasan CBD mengalami peningkatan dibanding periode sebelumnya. Perusahaan berbasis teknologi masih mendominasi okupansi ruang perkantoran di ibu kota.

Berdasarkan hasil survei konsultan real estat global, JLL Indonesia, total penyerapan gedung perkantoran CBD di tahun ini menjadi sebesar 174.000 meter persegi.

“Penyerapan pada kuartal III-2019 ini mencapai angka 52.500 meter persegi dengan didominasi oleh perusahaan berbasis teknologi mencapai 78%,” papar James Taylor, Head of Research JLL Indonesia, Rabu (16/10/2019) lalu di Gedung BEI Jakarta.

Baca Juga: Transaksi Real Estat Kawasan Asia Pasifik Catatkan Rekor Baru

Dia menuturkan pertumbahan perusahaan berbasis teknologi itu tidak terlepas dari peran operator co-working space yang masih aktif melakukan ekspansi pada gedung perkantoran kelas A di CBD.

Meski demikian, James berujar harga sewa masih mengalami penurunan sebesar 1% untuk bangunan kelas A, dengan berada dikisaran Rp270.971 per meter persegi. “Kami memperkirakan, level harga sewa kantor grade A di CBD masih terus terkoreksi di masa mendatang,” paparnya.

JLL mencatat sejumlah gedung baru sudah mulai beroperasi di kuartal ketiga ini. Diantaranya, Sudirman 7.8, Office One, Graha Makmur dan Menara Binakarsa.

Baca Juga: Penyerapan Ruang Perkantoran Jakarta Dinilai Berjalan Positif

Beroperasinya sejumlah gedung tersebut, dia mengatakan menambah pasok ruang perkantoran baru di CBD sebesar 91.300 meter persegi

Berbeda dengan yang terjadi di kawasan CBD, konsultan real estat itu melaporkan bahwa penyerapan ruang perkantoran di area non CBD hanya sebesar 4.500 meter persegi di kawasan Non CBD.

“Terdapat satu gedung di wilayah non CBD Jakarta yang baru saja beroperasi di kuartal ini, yaitu Midpoint Place,” kata James Taylor.

Baca Juga: Pertaruhan Bisnis Perkantoran Jakarta Terjadi di 2021

Dengan beroperasinya gedung tersebut, JLL Indonesia mencatat mampu menambah pasok ruang kantor baru sebesar 18.000 meter persegi. Sedangkan untuk tingkat okupansi berada pada level 79%.

“Hingga kuartal III-2019, harga sewa ruang perkantoran di non CBD mencapai Rp113.974 meter persegi. Kami memperkirakan harga sewa tersebut akan stabil hingga masa mendatang,” tandas James

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda