Lesu Karena Corona, Pasar Properti Asia Pasifik Diprediksi Melambung di Kuartal II-2020

Pasar properti Asia Pasifik diprediksi akan mengalami rebound pada kuartal II-2020, dengan asumsi penanganan penyebaran virus Corona juga semakin baik di sejumlah negara.

pasar properti asia pasifik melambat akibat virus corona, virus corona, coliiers international
Pasar properti Asia Pasifik diprediksi akan membaik pada kuartal II-2020, seiring dengan penanganan penyebaran virus Corona yang juga semakin membaik. (Foto: Asia Today)

RumahHokie.com (Hong Kong) – Pasar real estat kawasan Asia Pasifik terpukul keras
akibat wabah virus Corona (Covid-19) yang telah menyebar sejak awal tahun.

Meskipun demikian konsultan real estat global, Colliers International memprediksi pasar properti Asia Pasifik akan mengalami rebound pada paruh kedua tahun 2020, dengan asumsi penanganan penyebaran virus Corona juga semakin baik di sejumlah negara.

“Covid-19 akan mencapai pertumbuhan di seluruh Asia pada paruh pertama tahun ini. Sebagai akibatnya, penjualan properti investasi akan melemah,” jelas Andrew Haskins, Direktur Eksekutif Colliers Research di Asia, seperti dikutip dari PR Newswire, Jumat (06/03/2020).

Baca Juga: Virus Corona Ganggu Stabilitas Sektor Properti Asia Pasifik

Lebih lanjut dia mengatakan, jika wabah Corona memuncak di kuartal I tahun ini, dia memperkirakan pemulihan sentimen akan cepat pada kuartal II-2020.

Berdasarkan laporan terbaru Colliers, kondisi pasar properti saat ini memang tengah mengalami perlambatan. Akan tetapi tak sepenuhnya menjadi hal negatif bagi para pelaku di industri properti.

Situasi pasar properti yang melambat ini, menurut penelitian Colliers sebenarnya memberi investor properti kesempatan untuk mendapatkan aset dengan harga menarik dan negosiasi sewa yang menguntungkan.

Baca Juga: Apa Dampak Virus Corona Terhadap Pasar Properti Indonesia?

Selain itu, kondisi tersebut juga membuat landloard memiliki kesempatan untuk membangun hubungan bisnis yang baik dengan para penyewa properti.

“Dari perspektif calon penghuni, ini menciptakan peluang bagi mereka untuk menegosiasikan kesepakatan sewa yang menguntungkan, “kata Andrew.

Seperti diketahui bersama, virus Corona yang banyak menjangkit warga dunia membuat kepanikan di berbagai belahan dunia.

Baca Juga: Cegah Virus Corona di Rumah dengan Lima Langkah Ini

Banyak orang membatalkan agenda bisnis, karena adanya larangan berpergian sementara yang diterapkan berbagai negara. Andrew berujar, kondisi itu tentu membuat tren aktivitas penyewaan kantor di banyak pasar mengalami penurunan.

Tren Baru di Pasar Properti China dan Hong Kong
Colliers melihat di antara pasar properti di Asia, China dan Hong Kong yang paling sangat terpukul oleh Covid-19. Meski demikian, adanya tren baru di pasar properti kedua negara tersebut.

“Kami menyoroti gudang logistik modern, karena wabah Corona semakin meningkatkan permintaan belanja online. Dengan demikian, membuat permintaan ruang logistik serta pusat data di China semakin meningkat,” tandas Andrew Haskins.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda