Lima Langkah Bijak Debitur KPR Terdampak Banjir

Kondisi pasca-banjir ini sangat mungkin mengakibatkan debitur KPR kesulitan membayar angsuran kreditnya. Bahkan bisa jadi kemampuan membayar angsurannya tidak ada lagi.

juneidi-d-kamil-by-anto-erawan-rumahhokie-dok
Juneidi D. Kamil, Praktisi Hukum Properti dan Perbankan (Ilustrasi: Anto Erawan)

Oleh: Juneidi D. Kamil

RumahHokie.com (Jakarta) – Nasabah kredit (debitur) termasuk debitur kredit pemilikan rumah (KPR) yang terdampak musibah banjir, berpotensi mengalami kesulitan keuangan. Kondisi kesulitan keuangan yang dihadapi debitur masing-masing berbeda.

Pasalnya, musibah banjir yang terjadi awal tahun ini mengakibatkan tempat tinggal dan perabotan rusak atau bahkan musnah (karena disertai longsor). Di sisi lain, usaha pun terganggu. Debitur bisa mengalami kedua-duanya, bahkan bisa meninggal dunia.

Baca Juga: Tips Cerdas Menentukan Lokasi Rumah Bebas Banjir

Kondisi pasca-banjir ini sangat mungkin mengakibatkan debitur kesulitan membayar angsuran kreditnya. Bahkan bisa jadi kemampuan membayar angsurannya tidak ada lagi. Menghadapi kondisi ini ada lima langkah bijak yang dapat dilakukan debitur terdampak banjir.

Restrukturisasi Kredit
Pertama, debitur mengajukan permohonan restrukrisasi kredit. Restrukturisasi kredit adalah upaya yang dilakukan agar debitur dapat memenuhi kewajibannya dengan mengajukan permohonan perubahan terhadap syarat-syarat perjanjian kredit yang telah disepakati sebelumnya.

Baca Juga: Cara Pintar Agar Pengajuan KPR Disetujui Bank

Skema restrukturisasi kredit ini banyak jenisnya. Skema yang pas untuk masing-masing debitur berbeda. Skema restrukturisasi kredit  tergantung kepada kondisi kesulitan yang dihadapi dalam membayar angsuran, nilai jaminan serta usia debitur. Salah satu bentuk skema restrukturisasi kredit yang populer adalah penundaan pembayaran angsuran (grace period) dan penjadwalan ulang (rescheduling).

Lengkapi Data Pendukung
Kedua, debitur melengkapi data pendukung permohonan restrukturisasi kredit. Di samping identitas pemohon juga dilengkapi dengan foto dokumentasi rusaknya rumah tempat tinggal dan/atau tempat usaha. Apabila terdapat kendala dalam membuat permohonannya, debitur dapat mengkomunikasikannya dengan petugas bank untuk dapat dibantu.

Infokan Kondisi Keuangan
Ketiga, debitur menyampaikan informasi kesulitan keuangan yang dihadapi sehingga mengakibatkan kemampuan membayar angsuran kredit dari debitur menjadi berkurang. Debitur juga harus menyampaikan  rencana penyelesaian angsuran yang akan dilakukan.

Baca Juga: Tips Memilih Asuransi Rumah yang Pas untuk Anda

Simpan Dokumen
Keempat, debitur menyimpan dokumen restrukturisasi kredit yang sudah dibuat, disepakati dan ditandatangani. Dokumen restrukturisasi ini sangat penting bagi debitur untuk melindungi kepentingan hukumnya.

Ahli Waris
Kelima, bila debitur meninggal dunia, maka ahli waris sebaiknya segera mempersiapkan berkas untuk klaim asuransinya melalui bank. Debitur dalam fasilitas KPR biasanya saat akad KPR sudah dipersyaratkan adanya asuransi jiwa.

Sedangkan, dalam fasilitas kredit produktif belum tentu terdapat asuransi jiwanya. Ahli waris sebaiknya memastikan keberadaan polis asuransi kredit yang menjadi dasar untuk mengajukan klaim.

Demikian semoga bermanfaat. Salam penuh hormat.

Juneidi D. Kamil adalah Praktisi Hukum Properti dan Perbankan Indonesia. Artikel ini adalah pendapat pribadi penulis.

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda