Lima Strategi Marketing Produk Properti “Zaman Now”

Beberapa hal ditengarai menjadi penyebab ketidakberhasilan marketing properti. Bukan karena turunnya minat konsumen, tetapi justru terkait strategi yang kurang tepat.

digital marketing - rumahhokie - dok5
Digital Marketing (Foto: Freepik.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Saat ini, Kebutuhan tempat tinggal—baik perumahan maupun apartemen—adalah sebuah keniscayaan. Dengan makin terbatasnya lahan hunian di perkotaan, hunian vertikal dipercaya merupakan solusinya.

Saat ini, banyak developer—baik besar maupun kecil—menawarkan hunian vertikal seperti apartemen dengan berbagai keunggulan dan fasilitas.

Baca Juga: Inilah Ciri-ciri “Hunian Zaman Now” yang Diminati Generasi Milenial

“Sayangnya, tidak semua developer berhasil memasarkan produknya ke masyarakat luas, bahkan beberapa proyek terpaksa berhenti di tengah jalan sehingga gagal diserahterimakan kepada para pembeli. Jika ini sampai terjadi, sudah barang tentu nama baik pengembang jadi taruhan,” tutur Widodo, praktisi properti yang juga menjabat sebagai Manager Marketing Apartemen Cimanggis City.

Beberapa hal ditengarai menjadi penyebab ketidakberhasilan ini. Bukan karena turunnya minat masyarakat membeli hunian, tetapi terkadang hal ini justru terkait dengan strategi pemasaran yang kurang tepat.

Menurut Widodo, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan dalam memasarkan produk properti:

Awareness
Pengenalan produk properti, khususnya apartemen, sudah seharusnya dilakukan dengan tepat, disesuaikan dengan target yang akan dibidik.

Misalnya, di sisi harga. Jika harga apartemen di bawah Rp1 miliar, sudah tentu cara memasarkan dan mempromosikan caranya berbeda dengan apartemen dengan harga di atas Rp1 miliar.

Baca Juga: Tips Sales Properti: Bebek Hanyut dan Tiga Hal Penting Sebelum Closing

“Kita harus bisa memahami karakteristik calon konsumen yang mampu membeli dengan harga di bawah Rp1 miliar, termasuk demografinya sampai pada kehidupan sehari-harinya. Jika kita memiliki datanya, tentu akan mempermudah kita mengominikasikan produk apartemen tersebut, sehingga makin mudah dipasarkan,” jelas Widodo.

Meski apartemen bisa dibeli siapa saja, imbuhnya, akan tetapi biasanya persentase pembeli terbesar berada dalam radius 5 kilometer dari lokasi proyek.

Konten yang akan dikomunikasikan juga harus dipahami betul. Misalnya, warna atau desain dari marketing tools mesti disesuaikan dengan harga apartemen yang akan dijual.

Agar tercipta tim sales yang bagus, coaching ataupun training harus sering dilakukan. (Foto: Dok. CImanggis City)

Activation
Kegiatan pemasaran yang mengutamakan penjualan langsung, sangat erat kaitannya dengan aktivitas kegiatan marketing. Misalnya mengadakan kegiatan pameran di mal yang strategis dan memiliki pengujung yang sesuai dengan target market, menggelar special event di kantor pemasaran, memasang spanduk, billboard, atau memasang iklan di radio, TV, media cetak, media online, media sosial, dan lain-lain.

Baca Juga: Cara Sales Properti Mengidentifikasi Calon Konsumen

“Kegiatan special event harus dikonsep dengan menarik. Tujuannya, agar tim sales dapat mengundang customer dengan mudah. Acara ini dapat dilaksakan setiap bulan dengan tema berbeda,” urai Widodo.

Acara seperti ini pun mesti diumumkan jauh-jauh hari, misalnya, acara akhir bulan mulai “di-woro-woro” sejak awal bulan.

Tema kegiatan juga harus dikomunikasikan dengan tim sales, karena merekalah yang akan diberi tanggung jawab untuk mendatangkan para customer.

Baca Juga: Sebagai Ujung Tombak, Sales Properti Harus Seperti 4 Hal Ini

Suasana ruang lobby marketing pun harus disesuaikan dengan tema acara. Tujuannya agar calon customer yang datang mendapatkan pengalaman lebih, sehingga membantu tim sales meyakinkan mereka untuk membeli.

Setelah semua aktivasi dilaksanakan, evaluasi harus dilakukan untuk mengukur efektivitas kegiatan-kegiatan promosi yang telah dijalankan. Hal ini tentu terkait dengan posting/penempatan anggaran.

Media Release
Menurut Widodo, hubungan dengan media pemberitaan harus dibina dengan sangat baik. Pasalnya, awak media yang akan menyampaikan bagaimana progres pembangunan berjalan, informasi mengenai kegiatan-kegiatan promosi yang sedang dijalankan dan lain sebagainya.

Baca Juga: Tips Sales Properti Mengenali Sasaran Pembeli yang Pas

Idealnya, setiap bulan dibuat press release mengenai progres pembangunan atau kegiatan lain terkait proyek. Tujuannya, untuk memberitahukan bahwa produk properti yang sedang dipasarkan masih eksis.

Media Digital
Pengguna internet di Indonesia saat ini mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan, dengan pengguna diperkirakan mencapai 140 juta orang—baik menggunakan komputer ataupun peranti mobile.

Baca Juga: Sales Properti, Funneling Database, dan Ilmu Laron

Melihat kondisi ini, promosi via media online adalah suatu keharusan. Tahap awal yang bisa dilakukan adalah membuat website yang berisi informasi produk yang dipasarkan.

Lewat media daring ini, biasanya kita dapat menemukan calon customer yang ditargetkan. Selain itu, bisa juga melakukan promosi lewat portal-portal properti online atau lewat media sosial.

Sales Performance
Setelah kegiatan-kegiatan pemasaran berjalan, hal yang paling penting adalah kemampuan tim sales. Tim ini harus benar-benar militan dalam mencari calon customer, agar produk yang ditawarkan dapat terjual dengan baik.

Agar tercipta tim sales yang bagus, coaching ataupun training harus sering dilakukan. Materinya terkait produk yang ditawarkan secara detail dan motivasi dalam memasarkan produk.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda