Lippo Lakukan Topping-Off Dua Menara di CBD Meikarta

Dikembangkan dengan nilai proyek Rp278 triliun, Meikarta merupakan proyek terbesar Lippo Group sepanjang sejarah 67 tahun berdirinya perusahaan ini.

Ketut Budi Wijaya, Presiden Meikarta (tengah) mengatakan, lima puluh tower sudah akan mulai siap dihuni pada Desember 2018 (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta)Lippo Group mengumumkan akan melakukannya topping off dua menara apartemen di CBD Meikarta, Ahad, 29 Oktober 2017 mendatang.

Digadang sebagai gedung tertinggi di Koridor Bekasi – Cikampek, keduanya merupakan tower-tower pertama dari dua ratusan tower di kota baru seluas 500 hektar tersebut.

Ketut Budi Wijaya, Presiden Meikarta mengatakan, topping off ini merupakan bentuk komitmen Lippo kepada para pembeli.

Baca Juga: Pendapatan Lippo Cikarang dari Rumah dan Apartemen Capai 84%

“Setelah topping off dua tower ini, kami akan melanjutkan dengan pembangunan tower-tower berikutnya, sesuai dengan master plan yang ada,” jelas Ketut kepada awak media, Kamis (26/10/2017).

Ke depan, imbuhnya, lima puluh tower sudah akan mulai siap dihuni pada Desember 2018.

Dia berharap, Meikarta akan menjadi bagian dari solusi kemacetan, kepadatan dan tekanan sosial lainnya dari Ibukota Jakarta.

Kedua menara apartemen senilai Rp1 triliun ini merupakan bagian dari proyek Orange County yang pembangunannya dimulai pada Februari 2015 silam. Pada perkembangannya, Orange County menjadi bagian CBD Meikarta.

Infrastruktur Baru
Sementara itu, Jopy Rusli, Direktur Lippo Karawaci menambahkan, kedua menara hunian ini terdiri dari 900-an unit dengan harga mulai Rp700 jutaan.

“Dengan banyaknya komunitas pekerja asing—terutama asal Jepang—di Cikarang, maka apartemen ini pun layak dijadikan investasi,” imbuhnya.

Baca Juga: IPW: Meikarta Raih Penghargaan BTN GPA 2017 Karena Fenomenal

Lebih lanjut, Jopy memaparkan, Cikarang merupakan kawasan dengan potensi tinggi. Daerah industri tersebut akan dilalui jalur kereta api cepat Jakarta – Bandung dengan investasi Rp65 trilliun.

Belum lagi pembangunan Patimban Deep Seaport (Rp40 triliun), Kertajati International Airport (Rp23 triliun), dan Tol Jakarta-Cikampek Elevated Highway (Rp16 triliun).

“Dengan tersedianya semua infrastruktur ini, akan menjadikan koridor -Bekasi-Cikarang-Bandung sebagai pusat ekonomi terpenting di seluruh Tanah Air,” ujarnya.

Rampung dalam Lima Tahun
Dikembangkan dengan nilai proyek Rp278 triliun, Meikarta merupakan proyek terbesar Lippo Group sepanjang sejarah 67 tahun berdirinya perusahaan besutan Mochtar Riady ini.

Ketut menjelaskan, Meikarta dikembangkan dengan infrastruktur dan fasilitas bertaraf internasional yang meliputi: tujuh pusat belanja dan komersial, rumah sakit, pusat keuangan, 10 hotel, perpustakaan, art center, 100 SD, 50 SMP/SMA, tiga perguruan tinggi, dan lain-lain.

Baca Juga: YLKI Yakin Mega Proyek Meikarta Langgar Tiga Aturan

Saat RumahHokie.com menanyakan unit-unit yang dipasarkan untuk warga negara asing (WNA), Ketut menjelaskan, pihaknya menjual unit-unit tersebut sesuai harga yang diatur pemerintah (minimal Rp1 miliar untuk wilayah Jawa Barat).

“Untuk WNA kami menawarkan unit-unit yang berada di CBD Meikarta,” ungkapnya.

Terkait strategi untuk menyikapi siklus properti yang membuat penjualan naik-turun, Ketut mengatakan, Lippo Group merupakan pengembang yang biasa bekerja cepat.

Dia mencontohkan, Lippo Karawaci bisa dirampungkan hanya dalam empat tahun.

“Untuk menghindari siklus properti tersebut, kami akan mempercepat pembangunan Meikarta dalam waktu lima tahun,” jelasnya, menjawab pertanyaan RumahHokie.com.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

 

 

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda