Mainkan High Tunes Property, Harus Ingat Elemen 7C

Ada tujuh hal pokok yang harus terpenuhi dalam berinvestasi properti yang saya sebut “The Great 7C’s Elements”. Pertama, capital gain...

Foto: Dok. RumahHokie.com

RumahHokie.com – Hanya tujuh detik Blake Shelton dan Adam Lavinne memencet tombol kursi putar di The Voice ketika Christian Cuevas menyanyikan ‘How am I Suppose to Live Without You’ milik Michael Bolton.

Pada detik keenam, Cuevas melakukan improvisasi high tune, nada tinggi yang dahsyat. Coba Anda perhatikan. Rata-rata, juri festival pencarian bakat menyanyi, akan membuat reaksi positif pada penyanyi dengan timbre suara tiga oktaf. Sebab dengan itu, Anda punya modal bisa nyanyi apa saja.

Properti juga punya timbre yang sama. Investasi tidak boleh pitchy (fals), kecuali yang beli Iwan Fals. Di properti banyak unit bertampang keren, tapi tipis margin.

Letak strategis, tapi mal cuma isi pedagang kaos kaki murahan. The Voice yang memilih penyanyi berbakat dengan cara balik badan dimaksudkan agar juri tidak terpengaruh wajah dan bentuk tubuh, tapi suara indah.

Fenomena The Voice ini cocok benar dangan strategi memilih properti untuk investasi. Beli rumah untuk keuntungan harus pakai kalkulator (rational), tapi beli untuk isteri/anak harus pakai hati (emotional).

Elemen 7 C
Ada tujuh hal pokok yang harus terpenuhi dalam berinvestasi properti yang saya sebut “The Great 7C’s Elements”.

Ketujuh C itu: Capital Gain (untung saat dijual lagi), Capitalization Rate (hasil sewa yang tinggi), Cash Flow (arus kas pendapatan yang stabil dan membaik), Compounded (berlipat ganda tanpa pergi ke Dimas Kanjeng), dan 3C lainnya. Apalagi?

3C terakhir adalah properti Anda harus “Cengli, Cincai, dan Cuan”. Tiga C terakhir ini mengajarkan kita untuk tidak serakah (cengli), toleran kepada rezeki buat orang lain (cincai), dan mengumpulkan kentungan yang wajar (cuan).

Prinsip ini bukan milik orang China, tapi filosofi kita semua apakah Anda Maluku, Arab, Batak atau Papua. Sama seperti Bank Syariah yang bukan eksklusif untuk islam. Investasi properti ini universal. Di Amrik dan Korea juga sama dengan di Rawa Lumbu.

Tugas Anda adalah mencari alasan terbaik mengapa harus investasi di situ. Menunggu high tunes baru pencet bel. Tapi kebanyakan kan beli dulu baru mikir.

Begitu dapat bodong, Tuhan disalahin, “belum rezeki”. Lah, Tuhan sudah nyuruh pake otak, Anda malah pake kacang. Dipikirnya otak-otak sih…

Bersama F. Rach Suherman F. Rach Suherman
Mentor investasi properti nasional ini sebelumnya menjabat CEO di tiga perusahaan properti yang berbasis di Indonesia. Saat ini Suherman juga menjadi dosen dan aktif memberi seminar, pelatihan, dan konsultansi untuk perencanaan dan pemasaran properti.

Bila Anda memiliki pertanyaan, kirimkan ke: redaksi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda