Margahayuland Incar Kawasan Penyangga Jakarta

Bisnis properti Margahayuland terbagi tiga, yakni hospitality, township, dan mixed use; dengan ongoing project berada di Jakarta, Bandung, dan Bali.

Margahayuland - 19 avenue - daan mogot

RumahHokie.com (Jakarta) – Pengembang properti Margahayuland mulai melirik kawasan penyangga Jakarta. Sejumlah proyek anyar disiapkan dalam pipeline developer asal Kota Kembang ini.

CEO Margahayuland, Anti Gantira Nathin mengaku, pihaknya belakangan mulai bergerak ke kawasan penyangga Jakarta. Pasalnya, perputaran uang ada di Jakarta dan sekitarnya, sehingga growth yang paling kuat ada di daerah ini.

Anti mengatakan Margahayuland memiliki beberapa ongoing project di Jakarta, Bandung, dan Bali, di antaranya De Marrakesh (Bandung), Metro Penthouse (Bandung), Newton The Hybrid Park (Bandung), 19 Avenue (Jakarta), The Kencana Residence (Jakarta), dan Citadines (Bali).

“Ada beberapa proyek yang masuk dalam pipeline kami dan saat ini masih dalam proses perizinan,” katanya kepada RumahHokie.com.

Hospitality, Township, dan Mixed-Use
Lebih lanjut dia menerangkan, bisnis properti Margahayuland terbagi tiga, yakni hospitality, township, dan mixed use.

Untuk kategori mixed use, proyek yang masuk pipeline berada di Bandung dengan luas 3 hektar. Proyek ini masih dalam proses perizinan.

Di sisi lain, Margahayuland akan mengembangkan township di Cibinong seluas 70 hektar yang masih dalam tahap izin lokasi. Masih ada dua lagi proyek township dengan luas 30 hektar dan 12 hektar.

Untuk kategori township, Margahayuland fokus menggarap pasar middle dan  middle-low dengan harga hunian berkisar Rp350 juta – Rp700 juta.

“Di kelas middle, penjualannya masih bagus, yang berubah hanya cara bayarnya, menjadi tunai bertahap (installment). Sebagai contoh, proyek 19 Avenue bisa terjual 15 sampai 20 unit per bulan,” akunya.

Proyek apartemen di Daan Mogot ini, lanjut Anti, merupakan proyek terbesar Margahayuland dengan total enam tower yang merangkum 3.000 unit hunian, dengan harga berkisar Rp300 juta – Rp500 juta.

“Untuk tower pertama, sekitar 400 unit, siap diserahterimakan. Kini 19 Aveue masuk penjualan tower kedua,” katanya.

Target Recurring Income 2017
Di sisi hospitality, imbuhnya, Margahayuland menargetkan persentase recurring income sebesar 15%-20% di 2017. Saat ini persentase recurring income dibanding total marketing sales baru menyentuh 5%.

Strategi yang ambil adalah mengembangkan serviced apartement yang dikemas sebagai hotel bintang tiga.

Kelas bintang tiga, persaingan cukup tinggi. Dengan konsep serviced apartment, maka length of stay lebih panjang dan bisa digunakan bersama keluarga.

Lokasi-lokasi yang diincar untuk properti hospitality ini, lanjutnya, harus memiliki GDP tinggi dan bisnis yang berkembang. Saat ini Margahayuland bersiap mengembangkan dua hotel di Bandung, Jakarta, serta daerah penyangga Jakarta, seperti Bogor, Karawang, dan Cikarang.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda