Masih Kuasai Pasar KPR, Kredit Perumahan Bank BTN Capai 91,09%

Bank BTN mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 19,34% (yoy) pada kuartal I-2018.

paparan-kinerja-bank-btn-kuartal-I-per-31-maret-2018-rumahhokie-anto-erawan-dok
Bank BTN masih memimpin pasar KPR di Tanah Air dengan pangsa pasar sebesar 37,3%. (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta)PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. memproyeksikan pertumbuhan kredit hingga akhir tahun nanti akan melaju sesuai target. Penopangnya antara lain penjualan hunian yang terus bertumbuh akibat permintaan yang masih tinggi.

“Belum lagi dukungan Bank BTN untuk kesuksesan Program Sejuta Rumah yang akan meningkatkan peningkatan penyaluran kredit dan pembiayaan,” jelas Direktur Utama Bank BTN Maryono dalam Paparan Kinerja Bank BTN kuartal pertama 2018 di Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Baca Juga: Cari Rumah Lelangan Bank BTN Lebih Mudah Lewat Situs Online Ini

Dengan bisnis inti menyalurkan pembiayaan perumahan, Bank BTN masih tercatat sebagai bank pemegang pangsa pasar terbesar perumahan di Tanah Air.

Berdasarkan data per Desember 2017 Bank BTN masih memimpin pasar KPR di Tanah Air dengan pangsa pasar sebesar 37,3%. Sementara berdasarkan data per Maret 2018, pada pasar KPR Subsidi, Bank BTN masih mendominasi dengan pangsa lebih dari 95%.

DPK Tertinggi
Di sisi lain, imbuhnya, Bank BTN sukses mencatatkan peningkatan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 23,54% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp157,41 triliun pada kuartal I-2017 menjadi Rp194,48 triliun per kuartal I-2018.

“Angka ini merupakan yang tertinggi yang pernah kami capai,” ujar Maryono.

Kenaikan DPK tersebut, katanya, kian menguatkan optimisme perseroan mencatatkan pertumbuhan kredit dan pembiayaan sesuai target pada akhir tahun nanti. Maryono meyakini, perseroan akan mampu mencapai target pertumbuhan kredit dan pembiayaan dengan kenaikan DPK tersebut.

Baca Juga: Bank BTN Masih Kuasai Pasar KPR dan KPR Subsidi di 2017

“Dana pihak ketiga Bank BTN yang naik 23,54% tersebut cukup kuat untuk mengimbangi target pertumbuhan kredit. Kami meyakini kredit pada akhir tahun nanti akan tumbuh lebih dari 20%,” jelas Maryono

Kenaikan simpanan Bank BTN tersebut tercatat berada jauh di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Februari 2018 menunjukkan DPK industri perbankan nasional hanya tumbuh sebesar 8,4% (yoy).

Adapun, pertumbuhan terbesar simpanan Bank BTN tersebut bersumber dari kenaikan tabungan yang tumbuh sebesar 43,35% (yoy) dari Rp30,74 triliun pada akhir Maret 2017 menjadi Rp44,06 triliun di periode yang sama tahun ini.

Penghimpunan giro dan deposito juga menjadi penopang laju kenaikan DPK dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 22,55% (yoy) menjadi Rp51,14 triliun dan 16,87% (yoy) menjadi Rp99,28 triliun per 31 Maret 2018.

Kredit Perumahan 91,09%
Di sisi lain, emiten bersandi saham BBTN ini juga mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 19,34% (yoy) pada kuartal I/2018 atau naik dibanding Rp169,68 triliun pada kuartal I/2017 menjadi Rp202,5 triliun.

Pertumbuhan kredit tersebut pun berada jauh di atas rata-rata capaian industri perbankan nasional. OJK mencatat penyaluran kredit perbankan nasional hanya naik 8,3% (yoy) per Februari 2018.

Baca Juga: Bagaimana Pekerja Sektor Informal Mendapat KPR dari Bank BTN?

Sementara itu, kredit perumahan yang menempati porsi sebesar 91,09% dari total kredit, menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan pembiayaan Bank BTN.

Per kuartal I/2018, kredit perumahan Bank BTN tercatat naik 20,32% (yoy) dari Rp153,31 triliun menjadi Rp184,46 triliun. Kredit non-perumahan pun naik 10,17% (yoy) dari Rp16,37 triliun menjadi Rp18,03 triliun pada akhir Maret 2018.

Pada segmen kredit perumahan, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi menorehkan kenaikan terbesar atau tumbuh sebesar 32,96% yoy menjadi Rp79,14 triliun per kuartal I-2018.

Kemudian, KPR non-subsidi naik 12,24% (yoy) menjadi Rp69,8 triliun, kredit konstruksi tumbuh 17,85% (yoy) menjadi Rp27,03 triliun, dan kredit perumahan lainnya menjadi Rp8,48 triliun pada akhir Maret 2018.

Baca Juga: Rayakan Ultah ke-41, Bank BTN Luncurkan Plaza KPR dan KPR Hotline

Di segmen kredit non-perumahan, kredit komersial naik paling tinggi sebesar 15,47% (yoy) menjadi Rp14,07 triliun per kuartal I/2018. Pada periode yang sama, posisi kredit konsumer tercatat senilai Rp3,96 triliun.

Kredit dan pembiayaan Bank BTN juga terus menunjukkan perbaikan kualitas. BBTN mencatatkan Non-Performing Loan (NPL) gross turun 56 basis point (bps) yoy dari 3,34% menjadi 2,78% pada kuartal I/2018. NPL nett Bank BTN juga turun 57 bps yoy dari 2,35% pada Maret 2017 menjadi 1,78%.

Pertumbuhan kredit dan pembiayaan Bank BTN tersebut juga turut menunjang kenaikan aset perseroan sebesar 20,73% yoy dari Rp214,31 triliun pada kuartal I/2017 menjadi Rp258,73 triliun di periode yang sama tahun berikutnya.

Kinerja penyaluran kredit tersebut pun menyumbang pendapatan bunga naik sebesar 15,71% yoy. Di sisi lain, beban bunga tumbuh lebih rendah di level 15,32% (yoy).

“Hasilnya, pendapatan bunga bersih BBTN naik 16,2% yoy. Dengan capaian tersebut, laba bersih Bank BTN tercatat naik 15,13% yoy dari Rp594 miliar pada akhir Maret 2017 menjadi Rp684 miliar di periode yang sama tahun ini,” tutur Maryono.

Kredit Perumahan Rp24,25 Triliun
Sementara itu, Maryono menjelaskan hingga 31 Maret 2018, Bank BTN juga telah menyalurkan kredit perumahan untuk 278.262 unit rumah dengan nilai kredit sebesar Rp24,25 triliun.

Realisasi penyaluran tersebut telah mencapai 37,1% dari total target dukungan Bank BTN terhadap Program Sejuta Rumah yakni sebanyak 750.000 unit rumah pada 2018.

Baca Juga: Optimalkan Kredit Konstruksi, Bank BTN Gunakan Digital Marketing

Hingga akhir Maret 2018, Realisasi dukungan atas Program Sejuta Rumah terdiri atas penyaluran KPR Subsidi sebanyak 44.407 unit senilai Rp5,36 triliun, KPR Non-Subsidi sebanyak 12.811 unit (Rp4,27 triliun), kredit konstruksi untuk rumah subsidi sebanyak 131.801 unit (Rp3,66 triliun), dan penyaluran kredit konstruksi untuk rumah non-subsidi sebanyak 89.244 unit (Rp10,96 triliun).

“Ke depannya, kami terus berinovasi menciptakan ekosistem digital pembiayaan perumahan yang berkelanjutan untuk mendukung kesuksesan Program Sejuta Rumah,” ujar Maryono.

Bank BTN, imbuhnya, telah menggelar berbagai langkah sebagai wujud dukungan atas kesuksesan implementasi Program Sejuta Rumah. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa penyaluran KPR tapi juga meningkatkan teknologi, memperkuat sumber pembiayaan, mendorong keterjangkauan, mendorong sisi ketersediaan rumah, serta bersinergi dengan stakeholder perumahan.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda