Mau Jual-Beli Rumah, Kenali Tiga Jenis Broker Properti

Agen atau broker properti menjadi profesi penting. Dalam perkembangannya, banyak agen bergabung dalam perusahaan dengan sistem kerja profesional.

RumahHokie.com (Jakarta) – Agen atau broker properti saat itu menjadi salah satu profesi penting dalam bisnis properti. Dalam perkembangannya, banyak agen properti bergabung dalam wadah perusahaan formal dengan sistem kerja yang lebih profesional, baik yang berlabel nasional atau perusahaan asing melalui sistem franchise.

Baca: Apa Untungnya Menggunakan Jasa Broker Properti?

Di Indonesia, terdapat organisasi yang mewadahi para broker properti, yakni Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) yang berdiri pada 17 November 1992. Keberadaan AREBI bermanfaat bagi banyak pihak, terutama konsumen, pengembang, pemilik properti (vendor), pemerintah, dan sesama anggotanya.

Jenis-jenis Broker
Saat ini banyak broker properti yang bernaung di bawah suatu perusahaan/tanpa perusahaan/perorangan/kelompok dengan nama broker waralaba, broker nasional, broker tradisional, broker mapan, broker spesialis, hingga klub-klub marketing properti.

Baca: Tips Mudah Menentukan Harga Jual Rumah

Secara garis besar ada tiga jenis broker dengan ciri sebagai berikut:

1. Broker Tradisional

  • Umumnya berasal dari perorangan dengan wilayah operasi di area tertentu saja.
  • Kebanyakan tidak memiliki kantor.
  • Sistem manajemen relatif tidak ada.
  • Cara kerjanya ada yang profesional tetapi kebanyakan tidak profesional.
  • Tarif komisi (marketing fee) tidak pasti, bergantung pada negosiasi.

2. Broker Perusahaan Nasional/Lokal

  • Umumnya berasal dari eks-waralaba, eks-developer maupun perorangan.
  • Memiliki sistem waralaba, tetapi ada pula yang tidak.
  • Bentuk dan ukuran kantor tidak memiliki standar tertentu.
  • Sistem manajemen baik.
  • Jejaring (networking) yang dimiliki terbatas.
  • Tarif komisi (marketing fee) umumnya lebih rendah dari perusahaan waralaba.

3. Broker Perusahaan Waralaba

  • Berasal dari perusahaan asing dengan sistem waralaba (franchise).
  • Memiliki kantor pusat di Jakarta sebagai kantor representatif.
  • Memiliki kantor cabang (outlet) yang cukup banyak dan tersebar.
  • Bentuk dan ukuran kantor harus memiliki standar tertentu.
  • Sistem manajemen sangat baik.
  • Mempunyai reputasi dan jejaring (networking) internasional.
  • Staf pemasaran (marketing associate atau property consultant) terlatih.
  • Tarif komisi (marketing fee) jelas dan baku.
  • Nama-nama seperti ERA, LJ Hooker, Century 21, Coldwell Bankers, Ray White termasuk dalam jenis ini.

Anto Erawan 

Sumber: Buku “Cara Kaya Melalui Properti”

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda