Pilih Investasi Properti Residensial atau Komersial, Simak Untung-Ruginya!

Properti hunian dan komersial memiliki kelebihan masing-masing. Sebelum memilih, beberapa poin berikut patut diperhatikan.

foto: dok RumahHokie.com

RumahHokie.com (Jakarta) – Properti hunian (residensial) dan komersial memiliki kelebihan masing-masing saat dijadikan sarana investasi (disewakan). Agar Anda dapat memutuskan investasi mana di antara keduanya yang lebih cocok, beberapa poin berikut patut diperhatikan.

Harga Sewa
Harga sewa properti hunian biasanya ditentukan secara keseluruhan bangunan, sedangkan harga sewa properti komersial dinyatakan per meter persegi.

Selain itu, harga sewa hunian biasanya sudah all-in, sedangkan harga sewa komersial belum termasuk biaya-biaya lain, seperti asuransi, service charge,  dan lain-lain.

Perawatan
Penyewa properti komersial biasanya membuat usaha di properti Anda. Mereka juga harus membayar biaya-biaya (pajak, asuransi, perawatan, dan lain-lain), sehingga penyewa memiliki kepentingan pribadi untuk menjaga properti tersebut.

Sebaliknya, penyewa properti hunian tidak memiliki kebutuhan untuk merawat properti Anda, apalagi melakukan renovasi. Dengan demikian, pemilik hunian sewa harus mengeluarkan bujet ekstra untuk memperbaiki kerusakan.

Masa Sewa
Properti hunian umumnya disewa bulanan, enam bulanan, atau per tahun. Sebaliknya, properti komersial biasanya disewakan selama beberapa tahun sekaligus.

Menyewa properti hunian dalam jangka panjang terlihat sebagai pemaksaan dan mengurangi kebebasan penyewa untuk pindah. Sebaliknya, sewa jangka panjang properti komersial sangat diinginkan, karena akan memberikan jaminan tempat usaha bagi bisnis mereka.

Saat Sewa Berakhir
Penyewa properti hunian yang pergi sebelum masa sewanya habis, biasanya hal itu menjadi akhir hubungan dengan pemilik.

Namun, untuk properti komersial, bila sebuah bisnis dijual, sewa yang sedang berjalan tidak berakhir dan diganti penyewa baru. Sebaliknya, harus dilakukan pemindahan hak atas dokumen sewa, dimana sewa itu dilanjutkan kepada penyewa baru.

Jika penyewa baru tidak memenuhi kewajibannya, bisa dibuat klausul khusus agar penyewa lama bertanggungjawab sebagai penjamin penyewa baru.

Mencari Penyewa
Keuntungan terbesar dari properti hunian yang melampaui properti komersial adalah bila properti tersebut kosong. Mengapa kosong? Mungkin harga sewa properti tersebut terlalu tinggi dibandingkan harga pasar.

Anda bisa menurunkan harga sewa 5% – 10%, maka Anda akan memiliki kesempatan lebih untuk mendapatkan penyewa.

Baca Juga: Tips Mudah Menentukan Harga Jual Rumah

Modal Besar?
Ada anggapan, pembeli properti komersial pasti orang sangat kaya, sedangkan yang tidak terlalu kaya hanya bisa membeli properti hunian.

Secara umum, hal ini mungkin benar. Tetapi selama banyak orang beranggapan demikian, Anda tak memiliki banyak pesaing untuk membeli properti komersial dengan harga yang lebih rendah.

Sebagai Jaminan
Perbankan dan lembaga keuangan bisa mengucurkan dana 80% dari nilai sebuah properti hunian (rumah). Namun, rasio pinjaman properti komersial tidak setinggi rumah.

Umumnya, bank hanya akan memberi pinjaman 50% – 60% dari nilai properti komersial.

Di sisi penilai (appraisal), nilai rumah yang kosong hampir sama dengan rumah yang dihuni. Namun, properti komersial yang kosong, nilainya tidak setinggi ketika dihuni.

Pengelolaan
Jika Anda memiliki banyak properti hunian, Anda harus mempunyai waktu penuh untuk mengurusnya. Sebaliknya, properti komersial tidak terlalu menuntut waktu Anda, karena penyewa biasanya melakukan renovasi kecil.

Pergantian penyewa properti komersial pun tidak terlalu tinggi dan dapat diprediksi.

Pilih Mana?
Investor pemula lebih mudah me-manage properti hunian, karena investor properti komersial perlu memenuhi penyediaan fasilitas dan utilitas penunjang bisnis si penyewa.

Kendati demikian, properti komersial merupakan pilihan terbaik jika Anda ingin memiliki investasi yang terus bertumbuh.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda