Mau Punya Rumah Sehat, Perhatikan Sembilan Hal Ini!

Rumah sehat memiliki beberapa kriteria yang dapat memenuhi kebutuhan fisiologis dan psikologis penghuni dan tidak rawan kecelakaan atau penularan penyakit.

RumahHokie.com (Jakarta) Rumah sehat tak harus besar, tetapi memiliki beberapa kriteria yang dapat memenuhi kebutuhan fisiologis dan psikologis. Selain itu, dapat memperkecil kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penularan penyakit.

Agar penghuni rumah menjadi sehat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

Air Bersih
Kebutuhan air bersih minimal 60 liter per hari per orang, baik untuk minum, mandi, mencuci, dan lain-lain. Anda dapat membuat sumur pompa atau berlangganan air bersih pada perusahaan air minum (PAM) untuk memenuhi kebutuhan air penghuni rumah.

Ventilasi Udara
Ventilasi udara di rumah harus cukup, agar udara dapat bersirkulasi dan menjadi segar. Ventilasi udara membuat kadar oksigen di dalam rumah tetap terjaga sekaligus menjaga kelembapan rumah.

Buat ventilasi udara dengan jendela atau lubang angin. Sistem ventilasi silang (cross ventilation) membuat penghawaan udara dalam rumah maksimal.

Bila tak memungkinkan, penggunaan exhaust fan juga dapat membantu sirkulasi udara di dalam rumah. Akan tetapi, sedapat mungkin jangan menggunakan kipas angin, karena bisa menyebabkan paru-paru flek.

Satu hal terpenting, tak ada teknologi manusia yang dapat menciptakan oksigen! Jadi, menanam tanaman di teras atau di dalam rumah sangat baik.

Pencahayaan
Rumah sehat harus cukup mendapat pencahayaan alami. Bila kekurangan cahaya matahari, rumah jadi lembap, tak nyaman, dan bibit penyakit mudah berkembang biak.

Cahaya alami bisa didapat lewat jendela, skylight, atau genteng kaca. Akan tetapi pencahayaan yang berlebihan dapat membuat mata sakit dan ruangan menjadi gerah.

Atap
Genteng tanah liat paling cocok untuk rumah di daerah tropis, karena mampu menyerap panas matahari. Hindari pengunaan atap seng atau asbes, karena dapat menyebabkan ruangan menjadi panas.

Perhatikan pula bentuk atap. Jangan terlalu terjal atau terlalu landai. Atap yang terlalu terjal rawan genteng longsor, sementara atap yang terlalu landai rawan bocor.

Langit-langit
Langit-langit atau ceiling bisa membantu meredam panas yang masuk ke dalam rumah. Tapi jangan terlalu pendek, karena dapat menyebabkan ruangan gerah.

Bila tak memungkinkan, Anda dapat memasang lembaran aluminium foil di bawah genteng yang berfungsi meredam panas matahari.

Lantai
Lantai rumah harus kedap air, bisa berupa ubin, semen, kayu, atau keramik. Lantai berdebu atau becek, selain tidak nyaman juga bisa menjadi sarang penyakit.

Sampah dan Limbah
Rumah tinggal menghasilkan limbah kamar mandi, dapur, dan sampah setiap hari. Rumah sehat harus memiliki septic tank dan pembuangan limbah air yang tidak mencemari tanah dan air tanah. Letakkan septic tank sejauh mungkin dari sumber air minum (pompa air atau sumur).

Buat tempat pembuangan sampah tertutup agar tidak mencemari lingkungan. Anda pun dapat memisahkan sampah organik dan anorganik.

Polusi
Polusi paling banyak dihasilkan dari asap dapur. Untuk itu, dapur sebaiknya memiliki lubang ventilasi atau penyedot asap (cooker hood) agar asap tidak mencemari ruangan lain.

Kontaminasi
Hindari penggunaan cat dan pipa air yang mengandung timbal atau bahan-bahan berbahaya lain, yang berpotensi mengganggu sistem pernafasan dan kesehatan penghuni rumah.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda