Mengapa Generasi Milenial Susah Miliki Rumah? Ini Dia Alasannya

Adanya kenaikan harga rumah tentunya mempengaruhi daya jangkau generasi milenial dalam memperoleh subsidi di sektor perumahan.

Generasi milenial, hambatan generasi milenial untuk punya rumah, rumah sewa
Ilustrasi generasi milenial. (Foto: Gulalives)

RumahHokie.com (Jakarta) – Diperkirakan pada tahun 2020 mendatang, jumlah generasi milenial akan mencapai sekitar 60% dari total populasi penduduk Indonesia.

Pertumbuhan populasi yang terus bergerak naik tersebut akan beriringan dengan meningkatnya kebutuhan perumahan yang layak huni.

Namun demikian, menurut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) milenial di Indonesia saat ini dihadapkan dengan persoalan sulitnya punya hunian.

Baca Juga: Rumah Sewa Dianggap Tepat untuk Hunian Generasi Milenial

“Adanya kenaikan harga rumah tentunya mempengaruhi daya jangkau kaum milenial serta hambatan dalam memperoleh subsidi di sektor perumahan,” jelas Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid, Rabu (19/06/2019) lalu di gelaran Indonesia Housing Forum.

Lalu, apa saja kendala lain yang dihadapai oleh kalangan yang disebut juga sebagai generasi langgas itu dalam memiliki rumah? Simak penjelasannya berikut ini.

Pengeluaran konsumsi milenial tinggi
Berdasarkan siaran pers yang dirilis Kementerian PUPR, lebih dari 50% proporsi pengeluaran generasi milenial yang sudah berkeluarga di 17 Kabupaten/Kota ditujukan untuk konsumsi. Bukan untuk membeli rumah.

Baca Juga: Kementerian PUPR Dorong Milenial Punya Rumah Layak Huni

Hal itu tak terlepas dari pola hidup digital yang memudahkan akses ke berbagai sektor perekonomian, sehingga berperan besar terhadap sifat konsumtif.

Kenaikan Harga VS Kenaikan Upah
Berdasarkan data Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) Bank Indonesia, dalam satu
dekade, kenaikan harga hunian mencapai 39,7%.

Sedangkan kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) di seluruh Indonesia per-tahun dengan memperhatikan pertimbangan tingkat inflasi masih belum sebanding.

Suku Bunga
Suku bunga pembelian rumah di Indonesia masih belum sesuai dengan karakteristik anak muda. Saat ini suku bunga acuan yang diterbitkan oleh Bank Indonesia berada di level 6%.

Baca Juga: Tips Membeli Rumah Pertama untuk Generasi Milenial

Milenial pekerja informal
Jumlah milenial yang bekerja informal tanpa slip gaji semakin bertumbuh. Berdasarkan karakteristik generasi milenial tersebut, maka diperlukan upaya mendasar dan pembaharuan terhadap arah kebijakan, strategi, program penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman di Indonesia dari pihak terkait.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Yayat Supriatna, pengamat perkotaan, mengatakan bahwa generasi milenial dalam 10 tahun mendatang adalah kelompok terbesar pembeli properti.

Menurut Yayat, milenial bukan tidak mampu membeli rumah. Namun, sebagian dari mereka masih menunda membeli. Mereka masih mengedepankan berinvestasi terkait gaya hidup, seperti liburan dan bisnis online (fintech) atau atribut sosial lainnya.

“Ada kecenderungan mereka menunda membeli properti. Hal itu disebabkan 2 hal, yakni ketidakmampuan dan ketidaktahuan. Oleh karena itu, harus ada terobosan baru, agar milenial tertarik membeli properti,” ujar Yayat.

Lebih lanjut dia menjelaskan, milenial kurang menyukai iklan terkait harga properti. “Mereka lebih menyukai gaya hidup dari tokoh aktor yang menjadi idola dan bagaimana kehidupan di tempat tinggalnya,” pungkasnya.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda