Mengenal Aneka Material Secondary Skin Pada Fasad Bangunan

Selain berfungsi untuk mereduksi paparan cahaya matahari, kehadiran secondary skin pada fasad bangunan akan membuat tampilan estetika yang unik.

Secondary skin dengan menggunakan material kayu. (Foto: indointerior.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Selain berfungsi untuk mereduksi paparan cahaya matahari yang menerpa fasad bangunan secara berlebih, pemasangan secondary skin juga memegang peranan penting dalam estetika terhadap ‘muka’ bangunan.

Kehadiran secondary skin pada fasad bangunan akan membuat tampilan visual yang berbeda serta terkesan unik. Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan apabila ingin mengaplikasikan secondary skin pada tampilan ‘muka’ bangunan.

Aspek pertama, kenali terlebih dahulu arah hadap bangunan. Apabila bangunan menghadap arah timur atau barat, pemasangan secondary skin merupakan pilihan yang tepat.

Aspek kedua, material yang akan digunakan dalam membuat secondary skin. Berbeda pilihan material, berbeda pula terhadap tampilan estetika fasad bangunan.

Baca Juga: Keren, Fasad Bangunan Microlibrary di Bandung Tersusun dari Ember Es Krim

Aspek ketiga yang juga perlu diperhatikan, yaitu cara memasang berdasarkan jenis material yang telah dipilih. Berikut ini beberapa jenis material yang biasa dipakai untuk secondary skin pada bangunan.

Bambu

Secondary skin dengan memakai material bambu, menimbulkan kesan etnik serta ramah terhadap lingkungan. (Foto: dezeen.com)

Dikenal sejak dahulu sebagai material yang kuat serta ramah lingkungan, bambu merupakan salah satu bahan yang sering dipakai untuk secondary skin di fasad bangunan. Pengunaan material tradisional ini akan menghadirkan nuansa etnik pada bangunan.

Besi

Selain berfungsi untuk mereduksi pancaran sinar matahari, penggunaan secondary skin pada fasad bangunan juga menambah estetika tampilan. (Foto: tigarsdesainrumahblogspot.com)

Material besi atau baja yang kokoh dapat dimanfaatkan sebagai elemen pembentuk fasad bangunan. Mengaplikasikan secondary skin dengan menggunakan material tersebut yang ditempatkan pada bagian depan jendela atau dinding kaca, mampu mereduksi cahaya dan panas dari sinar matahari berlebih yang masuk ke dalam ruangan.

Botol bekas

Rumah Botol karya Ridwan Kamil terlihat unik karena peggunaan secondary skin yang tersusun dari botol-botol kaca bekas. (Foto: Pinterest.com)

Jika ingin tampilan estetika secondary skin lebih berkarakter, pemilik bangunan juga bisa menggunakan material daur ulang, sehingga lebih ramah lingkungan. Contohnya, seperti  bangunan karya Ridwan Kamil yang menggunakan material dari botol-botol kaca bekas minuman sebagai bahan untuk membuat secondary skin.

Material tersebut disusun menjadi panel-panel di antara modul rangka baja. Penggunaan botol-botol kaca bekas itu tak hanya mampu mereduksi cahaya matahari berlebih, namun juga memungkinkan sirkulasi udara tetap berjalan dengan baik. Dengan kehadiran material tersebut, juga dapat meneruskan cahaya matahari yang telah tereduksi kedalam ruangan menjadi warna orange, sehingga memberikan efek yang “dramatis”.

Fiber

Tampilan secondary skin juga dapat dibuat dengan bentuk kumpulan huruf, sehingga membuat fasad bangunan menjadi lebih unik.(Foto: Pinterest.com)

Dengan inovasi teknologi, saat ini material fiber dapat dibentuk beragam rupa. Karena kemudahannya itu, fiber menjadi salah satu pilihan bahan yang banyak dipakai untuk aplikasi secondary skin.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda