Mengenal Konsep Wabi-Sabi dalam Desain Hunian Masa Kini

Konsep wabi-sabi mengajarkan paham nilai hidup bahwa ada hal-hal yang tidak dapat bertahan; tidak selesai; dan tidak ada yang sempurna.

konsep Wabi sabi dalam hunian, gaya minimalis
Interior hunian yang menerapkan konsep Wabi-sabi. (Foto: Youtube Channel Pineapple Decor)

RumahHokie.com (Jakarta) – Masyarakat Jepang dikenal memiliki beragam filosofi dalam memandang hidup. Salah satunya dalam memahami konsep ketidaksempurnaan melalui konsep hidup wabi-sabi yang diterapkan pada desain hunian.

Melansir mindful-company.com, yang dikutip dari Nationalgeographic.com, Richard Powell, pengarang buku Wabi Sabi Simple, memaparkan bahwa konsep hidup itu mengajarkan tiga realitas sederhana.

Dia menjelaskan, wabi-sabi mengajarkan paham nilai hidup bahwa ada hal-hal yang tidak dapat bertahan; tidak selesai; dan tidak ada yang sempurna.

Baca Juga: Seperti Apa Sih Gaya Interior Hunian Tradisonal Jepang?

Walaupun kata itu berdampingan, akan tetapi sebenarnya wabi-sabi mengandung arti dan konsep yang berbeda lho, Hokie People.

Wabi bermakna kesadaran dalam menemukan suatu kepuasan dalam kekurangan. Sedangkan sabi memiliki arti sebuah kepuasan yang dialami seiring berjalannya waktu, seperti, pudar, retak, karatan dan sebagainya.

Aplikasi Wabi-Sabi dalam Desain Interior Hunian
Jika dilihat sekilas, konsep wabi-sabi dalam desain interior hunian mirip dengan penerapan gaya minimalis. Maka dari itu, konsep ini cocok diterapkan untuk pemilik properti yang menghendaki tidak banyak perabot pada rumah atau dekorasi unit apartemen-nya.

Baca Juga: Alasan Mengapa Gaya Rumah Minimalis Cocok untuk Anda

Kekuatan konsep wabi-sabi pada interior hunian terletak pada penggunaan perabotan furnitur yang minimalis, sehingga mampu menciptakan suasana yang lapang dan nyaman.

Selain itu, konsep hidup wabi-sabi juga mendorong penganutnya untuk hanya memiliki barang-barang yang sangat berfungsi,sehingga membantu untuk membuat ruangan tidak penuh-sesak oleh perabot furnitur.

Hanya saja, penerapan gaya wabi-sabi pada ruangan menitik-beratkan pada penggunaan material dari alam yang berkualitas tinggi, Contohnya, kursi yang terbuat dari kayu jati ataupun material rotan.

Selain itu, konsep wabi-sabi di interior juga bisa dihadirkan melalui penggunaan serat alami, seperti tikar dari anyaman rotan, sulaman serat tumbuhan dan sebagainya.

Baca Juga: Praktisi: Rumah Minimalis Cenderung Jadi Pilihan Masyarakat Saat Ini

Nilai hidup masyarakat Jepang ini juga berkaitan dengan estetika yang artistik. Maka, pemilik rumah juga bisa bisa menambahkan ornamen dekorasi yang memiliki desain artistik, namun
tetap menjaga nuansa kesederhanaannya.

Tak lupa sirkulasi udara
Secara benang merah, konsep wabi-sabi pada interior rumah ataupun unit apartemen bertujuan untuk menciptakan suasana hunian yang penuh ketenangan dan kenyamanan.

Nah, agar mendapatkan hunian nyaman tersebut jangan lupakan untuk menghadirkan sirkulasi udara maupun jalur bukaan yang membuat pencahayaan alami bisa masuk dengan baik.

Selain bagus untuk kesehatan para penghuni, dengan menerapkan sirkulasi udara dan jalur bukaan yang baik, akan membuat hunian terlihat lebih segar dan cerah.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda