Mengintip Potensi Properti di Narogong Bekasi

RumahHokie.com (Bekasi) – Pasar properti dinilai berbagai pihak akan mengalami rebound. Hal ini antara lain disebabkan oleh penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) dari 6,75% menjadi 6,5%—yang disinyalir akan membuat pihak perbankan menurunkan suku bunga KPR menjadi single digit.

Di sisi lain, disetujuinya RUU Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) diyakini akan membuat dana yang selama ini terparkir di luar negeri akan kembali ke dalam negeri.

Properti merupakan salah satu sektor yang bakal menangguk untung. Pasalnya, transkasi di sektor riil ini bisa berjalan lancar ketika banyak investor yang sebelumnya menaruh uang di luar negeri mulai melirik dalam negeri.

”Mereka (para investor) tentu ingin berinvestasi di sektor properti. Ini cukup masuk akal, terlebih karena harga properti saat ini sedang bagus-bagusnya,” jelas Edward Kusma, General Manager Gunas Land.

Dia mengatakan, salah satu kawasan yang wajib dilirik adalah Bekasi. Dengan penduduk 2,5 juta, Bekasi kini menjadi incaran para investor, terutama di kawasan Narogong atau koridor Narogong-Cileungsi.

”Kawasan ini akan tumbuh pesat seperti yang terjadi pada Serpong dahulu, karena menyimpan banyak potensi,” ujar Edward.

Potensi Narogong

Infrastruktur—yang menjadi modal utama majunya sebuah kawasan—di bilangan Narogong pun membaik, seiring dengan ditingkatkannya status Jalan Raya Narogong menjadi arteri primer. Dengan demikian, ke depannya ROW Jalan Narogong akan menjadi 30 meter yang terdiri dari empat jalur.

Di sektor hunian, Vida Bekasi—kawasan mixed-use 130 hektar di Jalan Raya Narogong—kembali meluncurkan cluster terbaru: Botanica, hunian dengan konsep kebun tanaman pangan.

“Kami ingin penghuni merasakan kebaikan alam. Anak-anak dapat bermain di taman sekaligus memetik buah yang dihasilkan seperti mangga, rambutan atau jambu. Atau jika ingin memasak, tinggal petik daun kemangi atau belimbing sayur di kebun belakang rumah. Tentu, pengalaman seperti itu sudah langka di jaman sekarang,” ungkap Edward.

Di sektor hunian vertikal, Pollux Indonesia menghadirkan kawasan superblok Gangnam District di kawasan Narogong. Kawasan mixed-use seluas 2,1 hektar ini terdiri dari apartemen, hotel, kondotel. Kawasan ini pun akan dilengkapi dengan mal, menyusul penandatanganan kerjasama Pollux dengan LotteMart.

Selain apartemen dan rumah, imbuh Edward, ruko sebagai tempat usaha masih banyak dicari di Narogong. Vida Bekasi misalnya, menawarkan ruko Saraswati Sembilan yang berada di sebelah Binus School Bekasi.

Sementara itu, institusi pendidikan di kawasan Narogong bertambah dengan hadirnya Binus School Bekasi dan kampus Trisakti School of Management. Dua institusi pendidikan ini beroperasi menyusul beberapa sekolah, yakni Marsudirini, Al-Azhar, dan Victory Plus.

Binus School yang dibangun di perumahan Vida Bekasi menyelenggarakan pendidikan dari tingkat Early Childhood Years (Pra TK) hingga High School (SMA). Sekolah ini mengadopsi kurikulum yang sama dengan Binus School Serpong, yaituCambridge International, namun dalam kegiatan belajar-mengajarnya tetap mengusung budaya Timur.

Sedangkan, Trisakti School of Management (TSM) yang berada di Jalan Siliwangi, membuka program S1 untuk dua jurusan, yaitu akuntansi dan manajemen.

“Dengan adanya Binus School dan TSM warga di kawasan Narogong dan sekitarnya, seperti Pekayon, Cut Meutia, dan Bantar Gebang, tidak perlu jauh-jauh mencari fasilitas pendidikan bermutu,” pungkas Edward.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda