Menteri PUPR: Kenaikan Harga Rumah Subsidi Tidak Pengaruhi Permintaan

Penetapan harga rumah subsidi disesuaikan dengan kondisi terkini pada setiap wilayah, di antaranya faktor harga tanah, kenaikan harga bahan bangunan, termasuk upah pekerja.

basuki-hadimuljono-menteri-pupr-rumahhokie-dok72019
Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Foto: Dok. KemenPUPR)

RumahHokie.com (Jakarta) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) telah menetapkan batasan tertinggi harga jual rumah sejahtera tapak yang diperoleh melalui kredit pemilikan rumah bersubsidi untuk tahun 2019 dan 2020 melalui Keputusan Menteri (Kepmen) PUPR Nomor 535/KPTS/M/2019.

Penetapan harga jual rumah subsidi tersebut dilakukan berdasarkan wilayah agar daya beli masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tetap terjangkau. Dalam aturan baru ini, pembagian wilayah terbagi dalam lima zona.

Baca Juga: Perlu Diketahui, Aturan Baru Harga Rumah Subsidi 2019 – 2020

“Penetapan harga rumah subsidi disesuaikan dengan kondisi terkini pada setiap wilayah, di antaranya faktor harga tanah, kenaikan harga bahan bangunan, termasuk upah pekerja,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, dalam siaran pers yang dirilis Kementerian PUPR.

Basuki mengatakan batas harga jual rumah subsidi yang telah ditetapkan tidak memengaruhi permintaan akan rumah subsidi dari masyarakat maupun pengembang perumahan.

Baca Juga: Aturan Harga Bikin Pengembang Enggan Bangun Rusunami

Bahkan, imbuhnya, permintaan pembangunan rumah subsidi melalui program KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) terus bertambah.

“Memang dari penetapan harga jual rumah subsidi terdapat kenaikan kira-kira Rp10 juta, namun harga rumah bersubsidi naik terakhir lima tahun lalu, sehingga perlu dilakukan penyesuaian. Meski demikian, kemarin Bank BTN, REI (Real Estat Indonesia) dan Apersi (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia) saat datang kepada kami justru meminta tambahan anggaran FLPP yang disediakan Kementerian Keuangan. Ini berarti permintaan untuk rumah subsidi bertambah, artinya positif, ” urai Basuki Hadimuljono.

Lakukan Terobosan, Kejar Target
Lebih lanjut, Basuki mengatakan, Kepmen PUPR tersebut dibuat dalam rangka mendukung Program Sejuta Rumah yang telah dicanangkan 2015 silam.

Program Sejuta Rumah diharapkan dapat memperkecil backlog penghunian perumahan di Indonesia yang pada 2015 mencapai 7,6 juta unit menjadi 5,4 juta unit tahun ini.

Baca Juga: Aturan Baru Harga Jual Dinilai Dorong Program Sejuta Rumah

Untuk mencapai target tersebut, Kementerian PUPR melakukan terobosan dengan menggandeng komunitas, salah satunya membangun perumahan Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut (PPRG) di Kecamatan Banyuresmi, Garut yang pembangunannya dimulai pada 2018 dan perumahan perajin rokok di Kudus sebanyak 3.500 unit. Demikian penuturan Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid.

Sebagai informasi, hingga 11 Juli 2019, Pemerintah telah menyalurkan dana FLPP bagi 47.077 unit rumah dari target 68.858 unit dengan anggaran Rp4,52 triliun.

Sementara itu, hingga 1 Juli 2019 telah dibangun sebanyak 601.205 unit rumah dalam Program Sejuta Rumah. Jumlah tersebut terbagi dalam 456.974 unit rumah MBR dan 144.231 unit rumah non MBR.

Baca Juga: Aturan Baru Rumah Subsidi Dirilis, PUPR Optimistis Program Sejuta Rumah Capai Target

“Dengan keterbatasan anggaran yang ada, Program Sejuta rumah dilakukan dengan berbagai penguatan seluruh stake holder. Sejauh ini masih efektif bahu membahu membangun rumah untuk mengurangi Backlog,” tutur Khawali.

Program Sejuta Rumah merupakan kolaborasi antara para pemangku kepentingan di bidang perumahan, mulai Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Asosiasi Pengembang Perumahan, Perbankan, Perusahaan Swasta melalui kegiatan corporate social responsibility (CSR) dan masyarakat.

Selain KPR FLPP, Kementerian PUPR dalam mempermudah kepemilikan rumah subsidi bagi MBR juga menerapkan program Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM).

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda