Menteri PUPR Resmikan Pembangunan Rusunami Sentraland Bekasi

Rusunami ini diperuntukkan tak hanya bagi MBR, tetapi juga bagi keluarga muda yang memiliki pendapatan Rp4 juta sampai Rp7 juta per bulan.

Rusunami Sentraland Bekasi (Foto: Dok Perumnas)

RumahHokie.com (Bekasi) – Sebagai bagian dari peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono meresmikan pembangunan (groundbreaking) Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) Sentraland Bekasi, Senin (22/8/2016). Pada kesempatan yang sama, Basuki juga meresmikan serahterima unit Rusunami Kemayoran.

Basuki mengatakan, proyek rusunami Sentraland Bekasi yang dibangun Perumnas ini merupakan bukti dukungan pemerintah untuk mendorong berbagai pihak dalam penyediaan hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“MBR yang dimaksud bukan hanya masyarakat miskin, melainkan juga keluarga muda yang memiliki pendapatan berkisar Rp4 juta sampai Rp7 juta,” ujar Basuki.

Direktur Utama Perum Perumnas, Bambang Triwibowo mengatakan, Rusunami Sentraland Bekasi merangkum lima menara hunian dimana tahap pertama terdiri dari 1.117 unit.

“Pertumbuhan yang sangat pesat sebagai kota penyangga Jakarta, membuat Bekasi menjadi lokasi hunian favorit. Bekasi yang tumbuh sebagai kota industri juga membutuhkan banyak hunian untuk menampung para pekerja,” tutur Bambang.

Perumnas Harus Jadi Trendsetter

Basuki menyatakan, Pemerintah akan terus mendorong penyediaan rumah MBR tersebut melalui kebijakan yang memberikan kemudahan-kemudahan untuk memiliki rumah, seperti pembebasan PPN, bantuan uang muka (BUM) sebesar Rp4 juta, termasuk PSU (prasarana, sarana, dan utilitas umum).

Lebih lanjut Basuki mengatakan, tantangan dalam penyediaan rumah baru layak huni dan terjangkau masih cukup berat. Berdasarkan data BPS, pada 2015 backlog kepemilikan rumah secara nasional mencapai 11,4 juta unit. Untuk itu, dia akan terus mendorong gerakan Program Pembangunan Sejuta Rumah (P2SR), karena dapat memberikan efek ekonomi yang luas.

“Dalam proses pembangunannya, menurut Basuki banyak sekali industri yang terlibat. Berdasarkan survei tidak kurang dari 150 industri pendukung, seperti pasir, batu bata, semen, paku, papan sehingga banyak sekali industri yang ikut bergerak dalam pembangunan perumahan ini,” katanya. “Sementara pada saat dihuni, keluarga-keluarga muda pasti membutuhkan peralatan seperti piring, sendok, garpu, gelas, furnitur, dan lainnya.”

Basuki berharap Perumnas tidak hanya menjadi trendsetter untuk hunian layak, tapi juga untuk kawasan permukiman yang smart dan green.

Dalam melaksanakan P2SR selama ini, menurut Basuki, terdapat beberapa kendala, antara lain keterbatasan pembiayaan, regulasi, dan perizinan. Dengan demikian, P2SR memerlukan dukungan dari seluruh pihak terkait baik pemerintah maupun non-pemerintah, seperti para pelaku, pemerhati, dan akademisi, sangat diperlukan untuk mensukseskan P2SR.

“Pemecahan masalah dan kendala perumahan rakyat yang ada sekarang ini tentunya tidak dapat dilakukan hanya secara parsial dan sektoral melalui kegiatan-kegiatan yang sifatnya tidak berkelanjutan dan pembangunannya tersebar,” tuturnya.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda