Minat Kantor “Co-Working Space” di Hong Kong Meningkat

Aktivitas penyewaan kantor di Hong Kong tetap kokoh, disebabkan permintaan ruang co-working space dan operator serviced office yang meroket.

Suasana di sebuah co-working space (Foto: Dok. WeWork.com)

RumahHokie.com (Hong Kong) – Pada Juni 2016, pasokan ruang perkantoran di Hong Hong, China, meningkat, dengan ruang kosong bertambah sekitar 16.000 kaki persegi.

Terlepas dari kondisi tersebut, aktivitas penyewaan tetap kokoh. Hal ini disebabkan permintaan ruang co-working dan operator serviced office yang mencari peluang ekspansi. Demikian nukilan “Hong Kong Monthly Market Monitor” yang dirilis konsultan properti JLL belum lama ini.

Baca Juga: Shanghai Geser Hong Kong Sebagai Pasar Perkantoran Terbesar

Paul Yien, Direktur Regional JLL Hong Kong menjelaskan, beberapa bulan terakhir terjadi penyerapan ruang kantor oleh sektor co-working yang disewa pendatang baru maupun penyewa tradisional.

“Di pasar dimana pertumbuhan permintaan bersih sedikit, kedatangan operator co-working space merupakan sumber demand baru yang disambut baik pasar sewa,” kata Paul Yien.

Tahun lalu, imbuhnya, JLL membantu WeWork—operator co-working space asal Amerika—mendapatkan ruang seluas 93.000 kaki persegi di Tower 535. Sejak saat itu, sejumlah operator lain masuk pasar, termasuk beberapa operator serviced office yang mengumumkan rencana untuk menjalankan bisnis di Hong Kong.

Regus, misalnya, dilaporkan baru saja melakukan pre-commitment seluas 26.800 kaki persegi di gedung Lee Garden Three di Causeway Bay. Naked Hub, operator yang berbasis di Shanghai, berencana untuk melebarkan sayap bisnis di Hong Kong dengan menyewa 16 lantai (55.000 kaki persegi) di EIB Centre—namanya akan diganti menjadi Bonham Circus—di Sheung Wan.

Dinikmati Perkantoran Grade B
Menurut Denis Ma, Kepala Riset JLL, meningkatnya popularitas kantor co-working di Hong Kong tidak hanya didorong oleh bisnis start-up, tetapi juga oleh perusahaan berskala besar yang ingin lebih memanfaatkan properti mereka di dalam kota yang menawaran fleksibilitas dan kemudahan, dengan penghematan dana lebih besar.

Baca Juga: JLL: Australia dan Hong Kong Dominasi Investasi Hotel Asia Pasifik

Sebagian besar kantor Grade A di pusat kota—yang harga sewanya tinggi—kemungkinan berada di luar jangkauan model bisnis yang diadopsi oleh operator co-working space. Dampaknya, pasar di sektor ini akan lebih banyak dinikmati kantor Grade B dan perkantoran di luar pusat kota.

“Para pemilik ruang kantor juga mungkin mempertimbangkan untuk memasukkan operator co-working space ke dalam portofolio mereka untuk memperluas basis penyewa mereka,” tutur Denis Ma.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda