Miya Alexa: Home is Not a Place But is a Feeling

Mojang Sunda satu ini lebih menyukai warna putih untuk membaluti sebagian elemen istananya itu. Ruang favoritnya berada di sudut kamar tidur.

Miya Alexa: Sebagus apapun objek wisata yang pernah saya sambangi, rumah selalu menjadi tempat terindah dan terfavorit. Foto: Dok. Miya Alexa

RumahHokie.com (Jakarta) – Mendengarkan cerita seputar huniannya tentu mengasyikkan. Apalagi, wanita satu ini punya segudang ide bagaimana dirinya menciptakan atmosfer istananya itu sesuai keinginan, termasuk juga keindahan sudut ruang favoritnya.

Bagi mojang Bandung ini, rumah memiliki arti khusus. Tak sebatas tempat berteduh tapi juga membentuk suasana yang mencerminkan kepribadiannya.

“Buat saya, rumah itu tak hanya sebagai tempat tinggal tapi juga telah menjadi bagian dari perasaan. Home is not a place but is a feeling,” ungkap Miya Alexa.

Menurutnya, dengan memiliki perasaan yang nyaman, bisa jadi diri sendiri dan bisa melakukan apa saja. Perasaan seperti itu tidak hanya berada di rumah tapi bisa di mana saja. Sehingga, kesan yang terbentuk bisa jadi diri sendiri dan nyaman.

Baca juga: Ini Cara Mudah Adopsi Kamar Tidur Ala Hotel Mewah di Rumah

“Selama di rumah, biasanya selain berada di kamar tidur. Saya selalu menghabiskan waktu untuk relaksasi di sudut ruang yang diletakkan di depan kamar. Di ruang tersebut dilengkapi sofa, televisi, laptop dan speaker aktif. Sudut itu merupakan area favorit saya,” terang Miya.

Sebelum dan sesudah melakukan aktivitas seharian di luar rumah. Biasanya Miya membentuk area itu menjadi ruang transit. Terkadang, dirinya hanya istirahat sambil bermain dengan gadget seharian.

miya alexa-rumahhokie-dok2Lebih Suka Warna Putih dan Monokrom
“Soal dekorasi, saya cenderung menyukai konsep yang simpel dan polos tanpa banyak sentuhan aksesori yang berkesan ribet. Warna rumah saya hampir semua melekat warna putih. Mulai dari meja, lemari, rak buku hingga pagar rumah saya warnai putih,” ujarnya.

Untuk furnitur lainnya seperti sofa dan karpet, Miya membalutnya dengan warna-warna monokrom, seperti hitam dan coklat.

“Coklat adalah warna favorit saya, baik pakaian maupun pelengkap aksesori ruang. Selain nyaman warna tersebut melambangkan kedewasaan. Ya, warna itu juga berkesan netral seperti kepribadian saya ini,” ucapnya tersenyum.

“Saat ini saya tinggal di Bandung, di hunian peninggalan orang tua. Saya memimpikan punya rumah sendiri. Kalau tinggal sendiri, saya memilih tinggal di apartemen. Selain praktis, tinggal di apartemen lebih simpel,” urai wanita yang berprofesi sebagai Master of Ceremony.

Rumah Selalu Jadi Tempat Terindah
Menurut ceritanya, aktivitas Miya memang lebih banyak di Jakarta. Tapi kalau bicara soal hunian ideal, wanita penghobi bertualang ini lebih memilih untuk tinggal di Bandung. Selain dibesarkan di kota Parahyangan, keluarga besarnya juga kebanyakan tinggal di sana. Bandung dikenalnya sebagai kota yang nyaman.

Selain menjalani program TV khusus traveling di salah satu stasiun televisi. Miya juga kerap menjelajah pelosok nusantara guna mempromosikan wilayah terindah dan menarik di Indonesia.

Selama shooting dan jauh dari rumah, istana tersebut menjadi tempat yang paling dirindukan sekaligus penyempurna relaksasi usai menyelesaikan aktivitasnya.

“Sebagus apapun objek wisata yang pernah saya sambangi, rumah selalu menjadi tempat terindah dan terfavorit. Hal yang paling dirindukan adalah masakan rumah dan suasana kamar tidur,” kata Miya mengakhiri.

Dedy Mulyadi
dedy.mulyadi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda