Modernland Segera Luncurkan “Halal Industry” di ModernCikande

Ide halal industry datang dari sebuah ironi: Indonesia memiliki populasi muslim terbesar di dunia, tetapi kiblat halal industry justru ada di Malaysia.

freddy chan - Sami Miettinen - modernland - rumahhokie - santo - dok2
Wakil Direktur Utama PT Modernland Realty Tbk., Freddy Chan dan Sami Miettinen, Direktur Utama PT Mitra Sindo Sukses saat berbincang dengan awak media (Foto: Yuniar Susanto - Properti Indonesia)

RumahHokie.com (Jakarta)PT Modernland Realty Tbk., (MDLN) tetap optimistis di tahun ini, kendati tak semua sub sektor berjalan mulus. Di 2018 ini, sektor residensial masih on track, sementara sektor lain memerlukan beberapa terobosan.

“Sektor industrial, termasuk yang memerlukan terobosan. Tahun ini sudah kami lakukan, salah satunya dengan mengembangkan halal industry di kawasan industri ModernCikande,” jelas Wakil Direktur Utama PT Modernland Realty Tbk., Freddy Chan di sela acara berbuka puasa dengan awak media, Selasa (5/6/2018).

Baca Juga: Akses Tol Baru Tingkatkan Potensi Bisnis ModernCikande

Menurut Freddy, ide ini datang lantaran sebuah ironi: Indonesia memiliki populasi muslim terbesar di dunia, tetapi kiblat halal industry justru ada di Malaysia.

“Untuk itu, kami melakukan riset pasar, termasuk bekerjasama dengan beberapa pihak terkait industri halal, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” kata Freddy.

Di tahap awal, Modernland menyiapkan lahan 150 hektar dari total 500 hektar di ModernCikande Industrial Estate. Menurut rencana, kawasan industri yang menelan investasi Rp500 miliar ini siap digunakan pada pertengahan Juli 2018.

Baca Juga: Punya Banyak Kelebihan, ModernCikande Jadi Kawasan Industri Percontohan

Freddy menuturkan, saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang sudah masuk, namun dia masih enggan mengungkapkan identitas perusahaan tersebut. Freddy hanya mengatakan, perusahaan tersebut bergerak di bidang industri makanan.

“Perbedaan halal industry dengan industri konvensional antara lain, infrastruktur dan logistik harus terisolasi, memiliki badan untuk memberikan sertifikasi, selain proses kerja yang mengikuti syariat Islam,” jelasnya.

Dengan fasilitas khusus tersebut, membuat harga jual lebih tinggi. Bila lahan industri lain dijual dengan harga Rp1,8 juta per meter persegi, lahan industri halal dipasarkan dengan kisaran Rp2 juta – Rp2,25 juta per meter persegi.

Dua Produk Baru JGC
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Sami Miettinen, Direktur Utama PT Mitra Sindo Sukses—anak usaha PT Modernland Realty Tbk—menjelaskan, Jakarta Garden City (JGC) akan meluncurkan dua produk baru di paruh kedua 2018.

“Produk pertama berupa cluster perumahan, sementara produk kedua belum diputuskan, karena ada beberapa pilhan, sambil kami melihat keinginan pasar,” jelas Sami.

Baca Juga: Jakarta Garden City Sukses Pasarkan Cleon Park

Dia mengungkapkan, dari total 370 hektar landbank JGC, saat ini hanya sekitar 70 hektar – 80 hektar yang bisa dikembangkan. Sebagian besar lahan ini dipersiapkan untuk produk apartemen dan office, sementara lahan perumahan tapak tersisa hanya 15 hektar.

“Produk terbaru kami di Jakarta Garden City adalah apartemen Cleon Park. Setelah sukses memasarkan tower pertama, kami akan mulai memasarkan tower kedua di awal 2019,” papar Sami yang mengatakan harga unit di tower kedua naik 12% – 15% dibanding tower pertama.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda