Mulai Dibangun, Apartemen Riverview Bantu Program Sejuta Rumah

Di kompleks apartemen tersebut, akan dibangun empat tower hunian vertikal dengan nama-nama sungai, yakni Tower Mahakam, Bengawan, Kapuas, dan Barito.

Apartemen Riverview-jababeka-PP properti- RumahHokie - dok

RumahHokie.com (Bekasi) – PT Jababeka PP Properti—perusahaan patungan PT PP Properti, Tbk (PPRO) dengan PT Kawasan Industri Jababeka, Tbk (KIJA)—meresmikan pembangunan Apartemen Riverview Residence di Kawasan Industri Jababeka, Desa Wangunharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu (30/11/2016).

Di kompleks apartemen tersebut, akan dibangun empat tower hunian vertikal dengan nama-nama sungai, yakni Tower Mahakam, Bengawan, Kapuas, dan Barito. Dengan lahan seluas 2,5 hektar, total hunian di Riverview Residence mencapai 3.600 unit.

Untuk tahap pertama, dibangun Tower Mahakam yang memiliki 935 unit.  Menara setinggi 21 lantai ini ditargetkan selesai pada Desember 2018.

Di 2017 mendatang, pihak pengembang akan mulai memasarkan Tower Bengawan yang dilanjutkan dengan pembangunan konstruksi apartemen setinggi 21 lantai.

Sementara itu, Tower Kapuas dan Barito masing-masing setinggi 22 lantai. Secara keseluruhan pembangunan Riverview Residence akan selesai pada 2021.

Di sela peresmian, Direktur Utama PP Properti, Taufik Hidayat mengatakan, PT PP Properti sangat mendukung program pemerintah dalam membangun hunian yaitu Program Satu Juta Rumah.

“Dukungan tersebut kami wujudkan dengan membangun Riverview Residence. Saat ini, Tower Mahakam sudah habis terjual,” kata Taufik dalam keterangan tertulis.

Dia mengungkapkan, nilai investasi awal Riverview Residence—di luar konstruksi—mencapai Rp75 miliar, sementara biaya konstruksi per tower berkisar Rp150 miliar – Rp200 miliar.

“Dari total hunian yang dibangun, sekitar 20% – 30% adalah tipe 21, sedangkan 70% – 80% merupakan tipe 42,” kata Taufik.

Bantu Program Sejuta Rumah
Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Syarif Burhanuddin menguraikan, pembangunan rumah susun (Rusun) sangat membantu tercapainya target program sejuta rumah.

Di samping itu, Rusun juga menjadi alternatif utama bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), terutama yang tinggal diperkotaan.

“Rusun bukan lagi pilihan tetapi alternatif prioritas,” jelas Syarif.

Meski kebutuhan rumah lebih banyak untuk MBR, imbuhnya, namun Program Sejuta Rumah juga dibuat untuk non-MBR. Pada tahun ini, Pemerintah menargetkan membangun rumah bagi MBR sebanyak 700.000 unit dan 300.000 untuk non MBR.

Dia menambahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2010 jumlah kekurangan rumah (backlog) sekitar 13,4 juta unit dan pada 2015 jumlah backlog berkurang menjadi 11,4 juta unit.

“Jika melihat data tersebut, artinya terjadi pertumbuhan jumlah perumahan setiap tahun,” pungkasnya.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda