Museum Seni Kontemporer Ini Berada 6 Meter di Bawah Tanah

Apabila dilihat dari atas, bangunan museum seni Amox Rex ini tampak seperti 'gundukan bukit' di alun-alun kota, yang bisa dilewati dan dilihat warga.

Museum Amos Rex, museum bawah tanah
Bangunan Museum Amos Rex yang berada di alun-alun kota menjadi landmark yang memperindah tampilan Helsinki. (Foto: Mika Huisman / Archdaily)

RumahHokie.com (Helsinki) – Apa jadinya jika bangunan museum terletak di bawah tanah? Tentu akan mendatangkan pengalaman ruang tidak biasa. Sama halnya dengan museum seni kontemporer bernama Amos Rex yang berlokasi di Helsinki, Finlandia ini.

Dirancang oleh firma arsitektur JKMM Helsinki, bangunan museum Amos Rex terasa unik dan inovatif, berkat lokasinya yang berada di bawah tanah.

Apabila dilihat dari atas, bangunan museum ini tampak seperti ‘gundukan bukit’ di alun-alun kota, yang bisa dilewati dan dilihat warga. Museum yang didirikan seluas 2,1 hektar itu juga memiliki lima kubah yang difungsikan sebagai jendela seperti pipa.

Baca Juga: Menyerupai Gua Kuno, Museum Seni Ini Berada di Bawah Bukit Pasir

Museum Helsinki, museum bawah tanah
Museum Amos Rex memiliki jendela seperti pipa yang memungkinkan orang di atas tanah untuk mengintip ke ruang pameran, sehingga memicu rasa ingin tahu tentang seni yang ada di bawah. (Foto: Tuomas Uusheimo / Architecturaldigest)

Berkat desainnya itu memungkinkan masyarakat kota untuk mengintip melalui jendela kaca ke ruang pameran, sehingga memicu rasa ingin tahu tentang seni yang ada di bawah.

Dilansir dari Architecturaldigest, proyek senilai USD57 juta tersebut dikerjakan pada tahun 2013, ketika Museum Seni Amos Anderson mulai mencari ruang baru.

Bangunan ini menyediakan labirin ruang pameran bawah tanah, yang dibuat tanpa pilar dan memiliki interior bernuansa kontemporer.

Baca Juga: Tampil Tak Biasa, Apartemen Ini Dibangun dari Bekas Crane Pelabuhan

Museum Helsinki, museum bawah tanah
Museum Amos Rex menawarkan labirin ruang pamer bawah tanah. Berbagai ruang itu tidak ada yang memiliki pilar dan bagian plafon dirancang melalui motif dot yang memberikan nuansa memesona. (Foto: Tuomas Uusheimo / Architecturaldigest)

Ide rancangan keseluruhan bangunan museum tersebut, terinspirasi dari teater film modernis dan ikonis pertama di Helsinki, yakni Rex Cinema, yang tak jauh dari lokasi museum Amos Rex berada.

Asmo Jaaksi, salah seorang arsitek terkemuka di JKMM, muncul dengan ide untuk membangun museum dengan kedalaman 6 meter di bawah alun-alun kota.  Menurutnya, dengan merancang bangunan di bawah tanah, akan bekerja dengan cukup baik.

Baca Juga: Uniknya Museum Mainan yang Bangkitkan Nostalgia Masa Kecil

Tim konstruksi harus menggali volume tanah dan batu sebanyak 13.000 meter kubik, untuk mendapatkan ruang pameran yang cukup.

“Kami ingin memiliki alun-alun terbuka, tetapi masih menarik orang-orang dari atas tanah ke bawah tanah. Maka dari itu, kami membuat  bentuk-bentuk kubah ini, yang mencoba menjadi bangunan tetapi tidak menonjol,” jelas Jaaksi.

Dengan kehadiran museum Amos Rex, menjadi tambahan landmark bagi kota budaya Helsinki. Tak jauh dari lokasi bangunan inovatif itu, juga terdapat sejumlah museum, seperti Museum Seni Kontemporer Kiasma, Museum Nasional Finlandia, dan Museum Seni Helsinki.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda