Musim Hujan Tiba, Berikut Tips Dalam Menjaga Kesehatan Rumah

Perlu antisipasi yang dilakukan oleh pemilik hunian sebelum curah hujan semakin meninggi, agar kesehatan bangunan rumah tetap terjaga.

Atap rumah menjadi bagian yang sering bermasalah ketika musim hujan tiba, Terjadinya kebocoran pada bagian atap rumah berdampak pada terganggunya kenyamanan penghuni rumah. (Foto: www.pinterest.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Pada akhir bulan September hingga Februari, sebagian besar wilayah Indonesia biasanya memasuki musim hujan. Kondisi kesehatan bangunan rumah diuji ketika berhadapan dengan paparan cuaca yang ekstrim.

Bangunan yang tidak dalam kondisi fit, akan mendatangkan banyak masalah dan berdampak pada terganggunya kenyamanan penghuni. Tak jarang pula, gangguan yang menerpa bangunan akibat cuaca ekstrim, mendatangkan kerugian besar bagi sang pemilik hunian.

Permasalahan yang umum terjadi ketika musim hujan tiba, yaitu terjadinya kebocoran pada atap dan dinding rumah, timbulnya jamur akibat kelembapan yang meningkat, hingga banjir pada bagian saluran air.

Baca Juga: Empat Tips Penting Saat Membeli Rumah Second

Perlu antisipasi yang dilakukan oleh pemilik hunian sebelum curah hujan semakin meninggi. Agar kesehatan bangunan rumahnya tetap terjaga, meskipun terpapar panas matahari dan curah hujan yang lebat. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pemilik rumah dan tips menjaganya.

1. Periksa atap rumah

Karena letaknya yang sedikit sulit dijangkau, membuat pemilik hunian cenderung jarang memeriksa bagian atap rumah. Jika sudah bocor dan timbul jamur, biasanya barulah dilakukan perbaikan.

Ada baiknya pemilik rumah secara rutin memeriksa bagian atap rumah. Susun kembali genteng rumah yang telah bergeser posisinya karena tertiup angin. Apabila terdapat celah lubang atau retak yang bisa mengakibatkan kebocoran, gunakanlah pelapis waterproofing dengan kualitas yang baik. Lapisi sisi pojok dan celah-celah pinggiran atap rumah secara merata guna mendapat perlindungan dari kebocoran yang maksimal.

2. Periksa saluran air

Salah satu gangguan pada bangunan yang umum terjadi ketika datangnya musim hujan adalah meluapnya saluran air rumah akibat kebocoran. Lubang kecil pada saluran air dalam waktu yang lama, dapat menyebabkan kerusakan material bangunan di sekitarnya dan rumah menjadi terasa lembab. Periksa pipa saluran air secara berkala.

Baca Juga: Renovasi Mudah Atasi Kerusakan Dinding Rumah

3. Pastikan dinding dan lantai kedap air

Kondisi retak rambut pada bagian dinding  juga bisa memicu merembesnya air hujan. Kalau dibiarkan, akan membuat bagian dinding berjamur dan terasa lembap. Nat keramik lantai yang tidak dalam kondisi baik pun akan mendatangkan rembesan air dari dalam tanah.

Pemilik rumah bisa melapisi bagian tersebut dengan lapisan waterproofing dengan kualitas yang baik. Tersedianya inovasi lapisan waterproofing dengan aneka warna, juga dapat membantu tampilan interior hunian terasa indah.

4. Perhatikan sirkulasi udara

Cuaca hujan yang terus menerus turun akan menciptakan udara di dalam rumah menjadi lembap. Hal ini memicu timbulnya jamur pada bagian dinding dan plafon rumah. Agar kelembapan berukurang, pemilik hunian disarankan membuka jendela atau dan mengaktifkan exhaust fan, sehingga terjadi aliran udara segar ke dalam ruangan rumah anda.

Selayaknya manusia, bangunan rumah pun perlu perawatan dalam menghadapi berbagai cuaca. Perawatan berkala bangunan rumah tidak saja akan memelihara rasa nyaman, namun juga mencegah dari kerugian yang besar.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda