Nava Park, Hunian Paling Premium dan Eksklusif di BSD City

Konsumen Nava Park umumnya berasal dari Jakarta Barat dan Jakarta Utara yang membeli karena alasan gengsi dan mencari kesejukan udara.

Progres pembangunan kondominium Marigold, Nava Park (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Tangerang) – BSD City dalam satu dekade terakhir menjelma menjadi kawasan idaman konsumen maupun investor properti. Bagaimana tidak, pengembangan yang terintegrasi dan fasilitas yang superlengkap menjadikan BSD City sebagai permukiman yang nyaman sekaligus investasi properti yang menggiurkan.

Di antara sekian banyak cluster rumah dan deretan menara apartemen, BSD City memiliki produk paling eksklusif, yakni Nava Park. Dikembangkan oleh PT Bumi Parama Wisesa—anak usaha Sinar Mas Land dan Hongkong Land—kawasan hunian seluas 68 hektar ini merangkum sejumlah cluster hunian, kondominium, dan fasilitas publik kelas premium.

Kepada RumahHokie.com, Setia Iskandar, Division Head Marketing Nava Park memaparkan, Lancewood merupakan cluster premium pertama Nava Park yang terdiri dari 223 unit rumah tapak. Ada tiga jenis hunian yang ditawarkan, yakni tipe 9×20, 10×22, dan 12×28.

“Saat ini, Lancewood telah terjual 90%, hanya menyisakan unit-unit hoek. Sementara rumah tipe besar telah sold out,” kata Setia yang menjelaskan serah terima unit cluster Lancewood mulai dilakukan pada pertengahan 2016 lalu.

Kondominium Marigold
Nava Park juga memiliki hunian vertikal Marigold yang digadang sebagai satu-satunya kondominium di kawasan BSD City.

“Beda apartemen dengan kondominium: apartemen dibangun setinggi-tingginya dengan bentuk standar dan unit per lantai yang banyak. Fasilitas pun di atas beton. Nah, kondominium dibangun lebih mewah dengan unit terbatas dan fasilitas yang lebih lengkap.

Marigold akan memiliki enam tower kondominium 17 lantai dengan total 600 unit, dimana saat ini dua menara tengah dibangun. Tower I dalam tahap finishing, sementara konstruksi Tower II hampir selesai.

Ada beberapa tipe unit yang dipasarkan, yakni tipe 1 Bed Room (43,11 m2), 2 Bed Room (77,64 m2), 2 Bed Room Superior (95 m2), dan 3 Bed Room Deluxe (112,21 m2). Harga dibanderol mulai Rp1,5 miliar per unit.

“Unit-unit pun dibuat premium dengan hanya tujuh unit per lantai. Harganya pun bersaing dengan apartemen, yakni Rp25 juta per meter persegi,” ungkap Setia.

Serah terima unit Tower I ditargetkan semester I 2018, sedangkan topping off Tower II pada pertengahan 2017 dan serah terima pada akhir 2018.

“Penjualan kedua tower kondominium ini telah mencapai 80%. Tower ketiga rencananya akan dirilis semester kedua tahun ini,” katanya.

Lebih lanjut, Setia Iskandar menerangkan, prospek investasi Marigold cukup bagus, dimana capital gain per tahun berkisar 9% – 11%.

Show Unit Cluster Lakewood Tipe 12 - Nava Park (foto: Anto Erawan)
Show Unit Cluster Lakewood Tipe 12 – Nava Park (foto: Anto Erawan)

Lakewood, Lebih Mewah
Menyusul Lancewood yang hampir sold out, awal Desember 2016 lalu Nava Park memperkenalkan cluster kedua, Lakewood, dengan tipe rumah lebih besar dari Lancewood.

Cluster premium ini memilik total 130 unit yang terbagi dalam dua tipe: tipe 10 dan 12. Tipe 10 (LT/LB: 220/337) memiliki 4+1 kamar tidur, 3 kamar mandi, ruang kerja, ruang keluarga, dan carport. Sedangkan, tipe 12 (336/400) memiliki 5+1 kamar tidur, 4 kamar mandi, ruang keluarga, garasi dan carport.

Baca juga: Yuk, Intip Mewahnya Cluster Lakewood di Nava Park

“Untuk tipe 10 dipasarkan mulai Rp7,8 miliar, sementara tipe 12 mulai Rp11 miliar,” ungkap Setia. “Pada tahap awal, ditawarkan 40 unit dan saat ini sudah terjual 50%.”

Gengsi dan Udara Sejuk
Menurut Setia, pembeli Nava Park umumnya berasal dari kawasan dengan radius 5 km – 10 km dan orang-orang Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Mereka membeli karena alasan gengsi, karena Nava Park memang memiliki standar hunian premium, namun dengan harga 40% – 50% lebih murah dibanding Jakarta.

Selain itu, imbuhnya, kawasan BSD City memang lebih sejuk dibanding Jakarta dengan suhu lebih rendah dua derajat. Nava Park juga dilengkapi 10 hektar botanical park dan taman hijau 1,1 kilometer di sepanjang Sungai Cisadane yang biasanya cuma dimiliki resort.

Di sisi lain, peminat kondominium Marigold tak jauh berbeda dengan Lancewood dan Lakewood, hanya lebih muda dari sisi usia.

“Bedanya, pembeli apartemen 50% adalah investor sedangkan untuk rumah tapak investornya hanya 20%, sisanya end-user,” tutur Setia.

Setia Iskandar, Division Head Marketing Nava Park: tipe 10 dipasarkan mulai Rp7,8 miliar, sementara tipe 12 mulai Rp11 miliar.
Setia Iskandar, Division Head Marketing Nava Park

Personal Touch
Seperti stake holder properti lain, Setia berharap kondisi ekonomi tahun ini stabil sehingga penjualan bisa meningkat 10% – 20% dari 2016 lalu.

Menurutnya, 2016 lalu penjualan Nava Park turun sekitar 10%. Namun hal ini jauh lebih baik dari proyek-proyek lain yang turun hingga 50%.

Untuk itu, urainya, perlu dilakukan strategi pemasaran inovatif. Apalagi konsumen kelas premium memiliki karakteristik yang berbeda dan perlu “personal touch”.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengerti kondisi pasar dan calon konsumen. Kedua, membuat produk yang bisa diminati pasar. Ketiga, network. Keempat, tidak menjual produk tapi menawarkan servis.

“Pelayanan atau servis menjadi hal penting dalam menjual produk premium, katanya, sehingga developer—terutama sales—perlu mengenal konsumen ‘lebih pribadi’ dengan pelayanan sampai post-sales,” pungkas Setia.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda