Okupansi Hotel di Bali Terpengaruh Kenaikan Harga Tiket Pesawat

Banyak pihak yang merasakan dampak dari naiknya harga tiket pesawat, salah satunya adalah bisnis perhotelan di sejumlah daerah di Indonesia.

Bisnis perhotelan di Bali, Harga Tiket Pesawat, wisatawan
Ilustrasi bisnis perhotelan. (Foto: istimewa)

RumahHokie.com (Jakarta) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) beberapa hari lalu telah mengeluarkan Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 106 Tahun 2019 mengenai daftar harga baru tiket pesawat untuk Tarif Batas Atas (TBA) yang diturunkan 12% – 16%.

Kebijakan Kepmen Nomor 106 Tahun 2019 itu merupakan respons atas kenaikan harga tiket pesawat yang sebelumnya terjadi.

Dengan peraturan baru ini, maka Menhub memberikan waktu paling lambat 18 Mei, agar pihak maskapai penerbangan menurunkan tarifnya.

Baca Juga: Asosiasi: Era Industri 4.0, Hotel Dituntut untuk Tampil Instagramable

Banyak pihak yang terkena pengaruh dari naiknya harga tiket moda transportasi tersebut, salah satunya adalah bisnis perhotelan di daerah yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan domestik, seperti di Bali.

Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers International Indonesia, dalam paparannya beberapa waktu lalu menjelaskan bahwa kenaikan harga tiket pesawat domestik, berdampak pada menurunnya tingkat hunian hotel di sejumlah daerah.

“Yang paling utama terkena dampak langsung (naiknya harga tiket pesewat) adalah pada sektor bisnis hotel. Apalagi daerah-daerah yang harus dijangkau dengan menggunakan pesawat, itu terdampak jumlah tamu yang akan menyewa hotel,” ujar Ferry.

Baca Juga: Tahun 2019, Investasi Hotel di Asia Pasifik Akan Meningkat 15%

Berdasarkan data kondisi pasar properti pada kuartal I-2019 yang dirilis Colliers, tingkat okupansi hotel di Bali pada Februari 2019 lalu, turun dari 67,2% menjadi 64% secara year-on-year (yoy).

Sementara itu dalam kesempatan yang terpisah, Wahyu Sulistio, Direktur PT Metropolitan Land Tbk menjelaskan naiknya harga tiket pesawat secara langsung berdampak pada okupansi hotel yang dimiliki oleh grupnya.

“Dua bulan ini, kami merasakan beberapa unit hotel yang kami miliki, khususnya di hotel Horison Seminyak Bali, ada kecenderungan penurunan tingkat okupansi. Turunnya sekitar 10% dari yang biasa kami dapatkan,” kata Wahyu ketika jumpa awak media, Jumat (10/05/2019) lalu di Metsky Dine & Lounge Hotel Horison Bekasi.

Baca Juga: Menilik Kemewahan Resor Tempat Kim Kardashian Menginap Selama Berlibur di Bali

Dia mengatakan selain isu soal meletusnya Gunung Agung Bali, faktor naiknya harga tiket pesawat juga turut mereduksi kunjungan wisatawan domestik di daerah tersebut, yang berdampak pada menurunnya tingkat okupansi hotel miliki Metland tersebut.

“Kini kami masih mengandalkan tamu-tamu dari wisawatan asing. Meskipun juga saat ini belum masanya high season,” pungkas Wahyu Sulistio.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda