Okupansi Ritel Jakarta Mendekati 90%, Landlord Aktif Ambil Peluang

Dari sisi tenancy mix, JLL Indonesia melaporkan secara keseluruhan pasar ritel Jakarta mulai bergeser dari konsep departemen store menjadi mini anchor.

Pasar ritel Jakarta, ruang ritel, pasar sewa ritel Jakarta, JLL Indonesia, James Taylor
Salah satu ruang ritel di Jakarta. (Foto: Adhitya Putra - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Tingkat okupansi sektor ritel Jakarta pada kuartal III-2019 berada hampir di level 90%. Konsultan real estat global, JLL Indonesia, mencatat bahwa bidang fesyen dan FnB masih cukup aktif mengisi ruang ritel ibu kota.

Ditemui saat paparan Jakarta Market Review Q3, Rabu (16/10/2019) lalu di Gedung BEI, James Taylor, Head of Research JLL Indonesia, menerangkan bahwa kondisi tersebut
membuat pemilik bangunan (landlord) mencoba mengambil peluang dengan menawarkan
gimmick promosi menarik untuk para tenant pusat perbelanjaan.

“Kondisi pasar ritel pada kuartal III-2019 ini masih cukup aktif oleh dari sektor fesyen dan FnB dengan landlord yang mencoba menawarkan promosi menarik kepada peritel baru dan para konsumen,” ujarnya.

Baca Juga: Harga Sewa Ritel di Sekitar MRT Alami Kenaikan 20%

Lebih lanjut, James menjelaskan dari sisi tenancy mix, secara keseluruhan pasar ritel Jakarta juga mulai bergeser dari konsep departemen store menjadi mini anchor. Ia mencontohkan, tren pergeseran tersebut berlaku di Central Park Jakarta, Pacifik Place dan Kemang Village.

Sementara itu Cecilia Santoso, Head of Retail JLL Indonesia, dalam kesempatan yang sama menambahkan kini sejumlah developer banyak membangun gedung ritel dengan konsep mix used.

Baca Juga: Tingkat Okupansi dan Tarif Sewa Ruang Ritel di Bogor Tertinggi

“Sebagai alternatif pengembangan ritel, developer terkemuka saat ini aktif membangun konsep mix-used. Mereka menghadirkan ruang ritel yang terhubung dengan gedung perkantoran serta kondominium,” kata Cecilia.

Sedangkan untuk tingkat serapan ruang ritel, menurut dia relatif cukup tinggi di tahun ini. Meskipun pasokan terbatas, survei JLL mencatat terdapat 18.000 meter persegi ruang ritel yang terserap pasar.

Baca Juga: Era Digital Bawa Pasar Ritel Jakarta Lebih Atraktif

Adapun harga sewa mall kelas menengah keatas tengah mengalami peningkatan sebesar 1,2%. Saat ini JLL Indonesia menerangkan, harga sewa ritel berada di level Rp530 ribu per meter persegi.

“Kami memperkirakan tingkat okupansi ritel di Jakarta pada tahun mendatang, akan sedikit mengalami penurunan, karena hadirnya pusat perbelanjaan baru,” pungkas Cecilia Santoso.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda