Pasar Hotel Asia Kemungkinan Akan Melemah Pada Tahun 2019

Sengketa perdagangan AS-China mulai membebani kepercayaan bisnis dan konsumen, sehingga menghambat pertumbuhan permintaan pada bisnis hotel.

Investasi hotel di Asia Pasifik
(Ilustrasi Gambar: Shutterstock)

RumahHokie.com (Jakarta) – Pasar hotel di Asia Pasifik diprediksi akan melemah sepanjang sisa tahun 2019.

Colliers International melaporkan bahwa kondisi pasar bisnis perhotelan pada kuartal I tahun ini dalam kondisi yang tidak menguntungkan apabila dibanding dengan kuartal di periode sebelumnya.

Govinda Singh, Direktur Eksekutif Valuation & Advisory Services Colliers Asia menjelaskan hotel-hotel di seluruh Asia Pasifik menunjukkan rata-rata penurunan sekitar 67,4% atau sebesar USD103.

“Sengketa perdagangan AS-China mulai membebani kepercayaan bisnis dan konsumen, sehingga menghambat pertumbuhan permintaan,” ucapnya seperti dilansir dari siaran pers, Senin (10/06/2019).

Baca Juga: Asosiasi: Era Industri 4.0, Hotel Dituntut untuk Tampil Instagramable

Akan tetapi, menurut Govinda perjalanan intra-Asia dan domestik yang berkembang di tujuan-tujuan yang lebih besar, kemungkinan akan terus mendukung permintaan di kawasan ini.

Dia mengatakan, pihaknya mengharapkan peningkatan kinerja bisnis hotel di Asia Pasifik dalam beberapa bulan mendatang, seiring dengan tren tersebut.

Dalam laporan bertajuk Hotel Insights Q2 2019, Colliers International memaparkan bahwa rekam jejak bisnis penginapan sudah terlihat relatif lemah sejak 2018.

Baca Juga: Maladewa Punya Hotel Bawah Laut Pertama di Dunia, Harganya Selangit!

Menurut Govinda tren ini terus berlanjut, karena pemilik mengkonsolidasikan portofolio mereka dan mencari investasi oportunistik.

“Kami berharap konsolidasi lebih lanjut dan investasi strategis menjadi tema untuk 2019, karena sektor ini tetap menjadi target investasi utama. Ini akan didukung oleh aset yang disuntikkan ke dalam REIT untuk mengambil keuntungan dari penilaian yang tinggi,” katanya.

Konsultan real estat itu menilai, meskipun kondisi pasar hotel di Asia Pasifik tidak terlalu bagus, akan tetapi di beberapa negara Asia Tenggara tengah menunjukan tren peningkatan.

Baca Juga: Okupansi Hotel di Bali Terpengaruh Kenaikan Harga Tiket Pesawat

Colliers memaparkan kedatangan wisatawan di Singapura diperkirakan akan tumbuh sebesar 3,5% pada tahun 2019, mengikuti kinerja yang relatif kuat pada tahun 2018.

“Pada tahun 2019, kedatangan pengunjung ke Singapura diperkirakan akan mencapai 19,2 juta, dengan perkiraan pertumbuhan 3% untuk tahun 2020. Hunian kamar tetap lebih dari 83% meskipun ada pasokan baru,” ujar Govinda.

Selain itu, sektor bisnis perhotelan di Kuala Lumpur juga dinilai menunjukkan tren positif. Secara keseluruhan, investasi hotel di Kuala Lumpur kemungkinan akan didorong oleh HNWI dari Malaysia, Timur Tengah dan Hong Kong yang mencari aset oportunistik.

“Kota ini telah mencatat 12,58 juta pengunjung internasional pada tahun 2017, yang melihat peningkatan 11,5% dalam jumlah wisatawan dibandingkan dengan 2016, sebuah perubahan haluan yang patut dipuji setelah tragedi maskapai,” pungkas Govinda.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda